Inkubator Bisnis

cash flow quadrant

cash flow quadrant

Robert T Kyosaki dalam bukunya menuliskan tentang cash flow quadrant yaitu employee, self employee, business owner, dan investor. Tapi tentang ini sudah sangat banyak dibahas, yang paling penting adalah bagaimana cara pindah kuadran dari kuandran I (employee) ke kuadran III (business owner) agar dapat diimplementasikan kedalam “real world “.  Menurut Tri Siwi Agustina (2011) dalam tulisannya yang berjudul Peran Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi dalam Meminimalkan Resiko Kegagalan Bagi Wirausaha Baru pada Tahap Awal (start-up), mendefinisikan Inkubator Bisnis sebagai lembaga yang membantu wirausaha baru dalam memulai bisnisnya untuk meningkatkan prospek perkembangan dan daya tahan, sehingga kelak dapat bertahan di dalam lingkungan bisnis yang nyata. Secara sistemik, inkubator bisnis merupakan suatu wahana transformasi pembentukan sumberdaya manusia yang tidak atau kurang kreatif dan produktif menjadi sumberdaya manusia yang  memiliki motivasi wirausaha secara kreatif, inovatif, produktif dan kooperatif sebagai langkah awal dari penciptaan wirausaha yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif serta memiliki visi dan misi.

Bagi perusahaan start-up, lembaga inkubator bisnis ini bisa digunakan sebagai induk semang dalam mengembangkan bisnisnya dibandingkan dengan jika perusahaan start-up tersebut berdiri sendiri diatas kakinya yang masih lemah. Dalam inkubator bisnis biasanya tidak hanya fokus terhadap produk dari perusahaan, namun juga bagaimana mengelola bisnis dari sisi manajemen, pemasaran, hingga support finansial dan dilakukan pendampingan selama beberapa tahun tergantung lembaga inkubator bisnisnya sampai perusahaan tersebut bisa mengembangkan bisnisnya sendiri. Namun sayangnya inkubator bisnis yang dikembangkan baik oleh pemerintah maupun perguruan tinggi atau lembaga lainnya masih belum terlalu familiar dikalangan masyarakat, sehingga masih banyak perusahaan start-up yang belum memanfaatkan inkubator bisnis karena memandang lembaga ini hanya difungsikan khusus bagi mahasiswa perguruan tinggi tersebut, padahal masyarakat umum diluar perguruan tinggi pun bisa memanfaatkan inkubator bisnis.

Menurut data kajian inkubator bisnis Bank Indonesia dalam rangka pengembangan UMKM (2006), perguruan tinggi yang memiliki lembaga inkubator bisnis diantaranya :

  • Institut Pertanian Bogor
  • Universitas Padjadjaran
  • Institut Teknologi Bandung
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Sebelas Maret
  • Universitas Merdeka Malang
  • Universitas Negeri Yogyakarta
  • Institut Koperasi Indonesia
  • Universitas Merdeka Malang
  • Unika Atma Jaya