<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boenga-boenga Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga</link>
	<description>Cara Hidup - Pandangan Hidup - Tokoh - Teknologi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Oct 2011 06:40:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Ayam Bumbu Andaliman</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ayam-bumbu-andaliman/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ayam-bumbu-andaliman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:40:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep Masakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23849</guid>
		<description><![CDATA[Bahan: 1 ekor ayam, dipotong 12 bagian 1 1/2 sendok teh garam 1/2 sendok teh merica bubuk 1/2 sendok teh air asam 2 cm lengkuas, dimemarkan 2 lembar daun kunyit, diikat 3 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya 2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan 3/4 sendok teh garam 1/4 sendok teh gula pasir 500 ml santan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan:</strong><br />
1 ekor ayam, dipotong 12 bagian<br />
1 1/2 sendok teh garam<br />
1/2 sendok teh merica bubuk<br />
1/2 sendok teh air asam<br />
2 cm lengkuas, dimemarkan<br />
2 lembar daun kunyit, diikat<br />
3 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya<br />
2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan<br />
3/4 sendok teh garam<br />
1/4 sendok teh gula pasir<br />
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa<br />
2 sendok makan minyak untuk menumis minyak untuk menggoreng</p>
<p><strong>Bumbu halus:</strong><br />
4 buah cabai merah keriting<br />
3 buah cabai rawit merah<br />
20 butir andaliman<br />
8 butir bawang merah<br />
4 siung bawang putih<br />
3 butir kemiri, disangrai</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong><br />
1. Lumuri ayam dengan garam, merica bubuk, dan air asam. Diamkan 30 menit. Goreng sampai berkulit.<br />
2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, lengkuas, daun kunyit, daun jeruk, dan serai sampai harum. Tambahkan ayam. Aduk rata.<br />
3. Masukkan santan, garam, dan gula pasir. Masak sampai kental,</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ayam-Bumbu-Andaliman.doc">Ayam Bumbu Andaliman.doc</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ayam-Bumbu-Andaliman.ps">Ayam Bumbu Andaliman.ps</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ayam-Bumbu-Andaliman.ppt">Ayam Bumbu Andaliman.ppt</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ayam-bumbu-andaliman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Garo Rica</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ayam-garo-rica/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ayam-garo-rica/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep Masakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23844</guid>
		<description><![CDATA[Bahan : 250 g dada ayam, potong kotak 20 lbr daun kemangi 7 lbr daun jeruk 2 lbr daun pandan, simpul 4 btg daun bawang, iris kecil 1 lbr daun kunyit, simpul 2 btg serai, memarkan 1 sdm air jeruk nipis Garam dan gula secukupnya Bumbu: 10 buah bawang merah, haluskan 10 buah cabai rawit, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan :</strong><br />
250 g dada ayam, potong kotak<br />
20 lbr daun kemangi<br />
7 lbr daun jeruk<br />
2 lbr daun pandan, simpul<br />
4 btg daun bawang, iris kecil<br />
1 lbr daun kunyit, simpul<br />
2 btg serai, memarkan<br />
1 sdm air jeruk nipis<br />
Garam dan gula secukupnya</p>
<p><strong>Bumbu:</strong><br />
10 buah bawang merah, haluskan<br />
10 buah cabai rawit, haluskan<br />
10 buah cabai merah, haluskan<br />
3 cm jahe, memarkan<br />
Garam secukupnya</p>
<p><strong>Cara Pembuatan:</strong><br />
1. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, taburi dengan garam. Biarkan selama 15 menit.<br />
2. Panaskan minyak, masukkan bahan bumbu dan semua bahan kecuali dada ayam. Tumis hingga harum.<br />
3. Masukkan ayam, biarkan hingga lemak ayam keluar.<br />
4. Beri sedikit air, bumbui dengan garam dan merica.<br />
5. Setelah ayam empuk, angkat dan sajikan dengan nasi putih hangat.</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ayam-Garo-Rica.doc">Ayam Garo Rica.doc</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ayam-Garo-Rica.ps">Ayam Garo Rica.ps</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ayam-Garo-Rica.ppt">Ayam Garo Rica.ppt</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ayam-garo-rica/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gangsa Ayam</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/gangsa-ayam/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/gangsa-ayam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep Masakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23835</guid>
		<description><![CDATA[Bahan: 1 ekor ayam, dipotong 16 bagian 3 buah cabai merah besar, diiris bulat 5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya, disobek-sobek 1 1/4 sendok teh garam 1 sendok teh gula pasir 2 sendok teh asam jawa dan 2 sendok makan air, dilarutkan 500 ml air 2 sendok makan minyak untuk menumis Bumbu halus: 8 butir [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan:</strong><br />
1 ekor ayam, dipotong 16 bagian<br />
3 buah cabai merah besar, diiris bulat<br />
5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya, disobek-sobek<br />
1 1/4 sendok teh garam<br />
1 sendok teh gula pasir<br />
2 sendok teh asam jawa dan 2 sendok makan air, dilarutkan<br />
500 ml air<br />
2 sendok makan minyak untuk menumis</p>
<p><strong>Bumbu halus:</strong><br />
8 butir bawang merah<br />
4 siung bawang putih<br />
2 cm kunyit, dibakar<br />
1 sendok teh ketumbar<br />
1/2 sendok teh jintan</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong><br />
1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, cabai merah besar, dan daun jeruk sampai harum.<br />
2. Tambahkan ayam. Aduk sampai berubah warna. Masukkan air, garam, gula pasir, dan air asam. Masak sampai matang.</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Gangsa-Ayam.doc">Gangsa Ayam.doc</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Gangsa-Ayam.ps">Gangsa Ayam.ps</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Gangsa-Ayam.ppt">Gangsa Ayam.ppt</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/gangsa-ayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Menjaga Komitmen</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/kebiasaan-menjaga-komitmen/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/kebiasaan-menjaga-komitmen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pandangan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23795</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang pribadi, kita pasti dihadapkan dengan berbagai pilihan dalam hidup. Terkadang, pilihan itu sangat sulit. Sebab, godaan-godaan sering kali membelokkan langkah kita dari tujuan yang sudah ditetapkan. Karena itu, tetapkan hati, bulatkan tekad, agar selalu menjaga komitmen pada apa yang sudah dicanangkan. Komitmen penting untuk memandu diri dan menjaga kita agar selalu pada rel [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang pribadi, kita pasti dihadapkan dengan berbagai pilihan dalam hidup. Terkadang, pilihan itu sangat sulit. Sebab, godaan-godaan sering kali membelokkan langkah kita dari tujuan yang sudah ditetapkan. Karena itu, <strong>tetapkan hati, bulatkan tekad</strong>, agar selalu menjaga komitmen pada apa yang sudah dicanangkan.</p>
<p><span style="text-decoration: underline"><strong>Komitmen</strong></span> penting untuk memandu diri dan menjaga kita agar selalu pada rel yang benar. Komitmen yang kuat pada tujuan yang tetap, akan membuat kita fokus dalam memaksimalkan hasil yang didapat. Sehingga, langkah pun akan semakin mantap. Maka, terjalnya kehidupan, ganasnya ombak tantangan, sulitnya badai yang menghalang, pasti akan mampu dilewati dengan komitmen yang tinggi untuk menggapai sukses sejati.</p>
<p>Jaga komitmen dan teruskan perjuangan!</p>
<p>Salam sukses, luar biasa!</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Kebiasaan-Menjaga-Komitmen.doc">Kebiasaan Menjaga Komitmen.doc</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Kebiasaan-Menjaga-Komitmen.ppt">Kebiasaan Menjaga Komitmen.ppt</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Kebiasaan-Menjaga-Komitmen.ps">Kebiasaan Menjaga Komitmen.ps</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/kebiasaan-menjaga-komitmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Hari dengan Sistem Penanggalan Hijriah</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/menghitung-hari-dengan-sistem-penanggalan-hijriah/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/menghitung-hari-dengan-sistem-penanggalan-hijriah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Astronomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23807</guid>
		<description><![CDATA[Kita perhatikan bahwa hari raya Islam setiap tahunnya tidak pernah jatuh pada tanggal yang sama, pada kalender yang kita gunakan sehari-hari. Bulan puasa tahun ini lebih cepat sekitar sebelas hari daripada tahun lalu. Bulan puasa tahun ini juga akan lebih lambat sekitar sebelas hari daripada bulan puasa tahun depan. Dari tahun ke tahun dengan akumulasi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: left" align="center"><span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;font-weight: normal">Kita perhatikan bahwa hari raya Islam setiap tahunnya tidak pernah jatuh pada tanggal yang sama, pada kalender yang kita gunakan sehari-hari. Bulan puasa tahun ini lebih cepat sekitar sebelas hari daripada tahun lalu. Bulan puasa tahun ini juga akan lebih lambat sekitar sebelas hari daripada bulan puasa tahun depan.</span></h1>
<p>Dari tahun ke tahun dengan akumulasi perbedaan sekitar sebelas hari tiap tahunnya, misalnya, hari raya haji tidak selalu datang pada musim yang sama. Kadang hari raya haji terjadi pada musim panas dengan sinar matahari yang terik, kadang terjadi pada musim dingin yang menggigil. Mengapa terjadi perbedaan sekitar sebelas hari antara penanggalan Islam dengan penanggalan yang kita gunakan sehari-hari, yang resmi digunakan oleh dunia internasional?</p>
<p>Perbedaan ini bukan karena jumlah bulan yang berbeda antara penanggalan Islam dengan penanggalan sehari-hari. Pada prinsipnya jumlah bulan dalam kedua sistem penanggalan adalah sama. Keduanya memiliki duabelas bulan dalam satu tahunnya. Tahun dalam kalender yang digunakan sehari-hari atau penanggalan masehi diawali dengan Januari dan berakhir dengan Desember. Tahun dalam penanggalan Islam atau Hijriah diawali dengan bulan Muharram dan diakhiri dengan bulan Dzulhijjah. Diantaranya terdapat bulan Shafar, Rabiul Awwal, Rabiul Akhir, Jumadil Awwal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, dan Dzulko’dah.</p>
<p>Lantas apa yang membuat penanggalan Islam lebih cepat daripada penanggalan masehi? Pada penanggalan Islam pergantian bulan barunya adalah berdasarkan pada penampakan hilal, yaitu bulan sabit terkecil yang dapat diamati dengan mata telanjang. Hal ini tidak lain disebabkan penanggalan Islam adalah penanggalan yang murni berdasarkan pada siklus sinodis bulan dalam sistem penanggalannya (lunar calendar), yaitu siklus dua fase bulan yang sama secara berurutan.</p>
<p>Satu bulan dalam sistem penanggalan Islam terdiri antara 29 dan 30 hari, sesuai dengan rata-rata siklus fase sinodis Bulan 29,53 hari. Satu tahun dalam kalender Islam adalah 12 x siklus sinodis bulan, yaitu 354 hari 8 jam 48 menit 36 detik. Itulah sebabnya kalender Islam lebih pendek sekitar sebelas hari dibandingkan dengan kalender masehi dan kalender lainnya yang berdasarkan pada pergerakan semu tahunan matahari (solar calendar). Karena ini pula bulan-bulan dalam sistem penanggalan Islam tidak selalu datang pada musim yang sama. Selain itu, dalam jangka waktu satu tahun masehi bisa terjadi dua tahun baru hijriah. Contohnya seperti yang terjadi pada tahun 1943, dua tahun baru hijriah jatuh pada tanggal 8 Januari 1943 dan 28 Desember 1943.</p>
<p>Perbedaan antara penanggalan hijriah dengan penanggalan masehi yang kita gunakan sehari-hari tidak berhenti disitu saja. Terdapat pula perbedaan pada pergantian harinya. Kita ketahui bahwa hari baru pada penanggalan masehi berawal pada jam 00.00 malam hari. Itu pula sebabnya orang sering mengucap selamat ulang tahun pada tengah malam jam 00.00 saat pergantian hari, dengan harapan ucapan tersebut menjadi ucapan pertama pada awal hari jadinya seseorang.</p>
<p>Dalam penanggalan Hijriah hari baru berawal setelah Matahari terbenam dan berlangsung sampai saat terbenamnya Matahari keesokan harinya. Misalnya, hari pertama dimulai sejak matahari terbenam hari sabtu dan berakhir sampai matahari terbenam pada hari minggu. Hari kedua dimulai sejak matahari terbenam hari minggu sampai matahari terbenam keesokan harinya, hari senin. Begitu seterusnya. Ketujuh hari dalam penanggalan Hijriah memang tidak dinamai, melainkan dinomori. Ketujuh hari tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Yawm al ‘ahad : hari pertama</li>
<li>Yawm al ‘ithnayn : hari kedua</li>
<li>Yawm ath thalatha : hari ketiga</li>
<li>Yawm al ‘arba’a : hari keempat</li>
<li>Yawm al khamis : hari kelima</li>
<li>Yawm al jum’a : hari keenam</li>
<li>Yawm as sabt : hari ketujuh</li>
</ul>
<p>Untuk keperluan sipil sehari-hari, misalnya untuk negara-negara Islam yang memakai penanggalan Hijriah sebagai kalender resminya, penanggalan ini didasarkan pada perhitungan (hisab). Bulan terdiri dari 29 dan 30 hari secara bergantian. Dimulai dengan bulan Muharram yang terdiri dari 30 hari, disusul dengan Shafar 29 hari, kemudian Rabiul awal 30 hari dan seterusnya secara bergantian sampai bulan Dzulhijjah. Tetapi khusus untuk bulan terakhir ini jumlah hari bisa 29 atau 30 hari. Untuk tahun kabisat, bulan Dzulhijjah terdiri dari 30 hari. Untuk tahun basithoh (biasa), bulan Dzulhijjah terdiri dari 29 hari. Sehingga jumlah hari dalam tahun kabisat akan menjadi 355 hari.</p>
<p>Untuk keperluan keagamaan, misalnya untuk menentukan awal hari puasa atau hari raya, pergantian bulan pada penanggalan Hijriah tetap diwajibkan dengan dasar pengamatan hilal (rukyah). Pengamatan hilal ini pun harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dengan sumpah suci pengamat berikut saksi. Di Indonesia kita kenal Badan Hisab Rukyat, bersama-sama dengan Departemen Agama, yang bertugas mengamat hilal di suatu tempat khusus. Ilmuwan, dalam hal ini ahli ilmu falak dan astronom, tidak ketinggalan. Karena dapat atau tidak terlihatnya hilal dapat diprediksi dengan perhitungan yang sudah menjadi santapan sehari-hari mereka.</p>
<p>Tetapi kadang suatu organisasi Islam punya acuannya sendiri dalam persoalan hilal ini. Satu dengan lainnya kadang tidak sejalan. Oleh karena itu tidak mengherankan sering terdapat perbedaan dalam memulai ibadah puasa dan hari raya Idul Fitri, misalnya. Hal yang seringkali terjadi di tanah air. Walaupun demikian, hendaknya persoalan ini tidak menjadi pembeda yang dapat meresahkan umat.</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Menghitung-Hari-dengan-Sistem-Penanggalan-Hijriah.ps">Menghitung Hari dengan Sistem Penanggalan Hijriah.ps</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Menghitung-Hari-dengan-Sistem-Penanggalan-Hijriah.ppt">Menghitung Hari dengan Sistem Penanggalan Hijriah.ppt</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Menghitung-Hari-dengan-Sistem-Penanggalan-Hijriah.doc">Menghitung Hari dengan Sistem Penanggalan Hijriah.doc</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/menghitung-hari-dengan-sistem-penanggalan-hijriah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Bumbu Bakar Kemangi</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ayam-bumbu-bakar-kemangi/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ayam-bumbu-bakar-kemangi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:34:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep Masakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23826</guid>
		<description><![CDATA[Bahan- bahan : 1 Ekor ayam ( 1 kg ) 3 Ikat kemangi 2 buah tomat 1 sdt Gula pasir 1 sdt garam 1 st 3 sdm makan minyak 1 buah Jeruk nipis 65 ml santan kara 100 ml air bumbu halus dibakar: 10 buah cabe merah keriting 6 Buah bawang merah 1 buah bawang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan- bahan :</strong><br />
1 Ekor ayam ( 1 kg )<br />
3 Ikat kemangi<br />
2 buah tomat<br />
1 sdt Gula pasir<br />
1 sdt garam 1 st<br />
3 sdm makan minyak<br />
1 buah Jeruk nipis<br />
65 ml santan kara<br />
100 ml air</p>
<p><strong>bumbu halus dibakar:</strong><br />
10 buah cabe merah keriting<br />
6 Buah bawang merah<br />
1 buah bawang putih<br />
1 cm jahe</p>
<p><strong>cara membuat:</strong><br />
1. ayam dipotong menjadi 10 potong lalu lumuri dengan jeruk nipis, diamkan sebentar, lalu ayam dibakar sampai setengah matang.<br />
2. Tumis bumbu halusbersama tomat yg sudah dipotong 2 sampai harum , lalu masukan ayam yg sudah dibakar sampai tercampur.<br />
3. setelah itu masukan santan bersam air, masak sampai airnya meresap dan sat kemudian masukan kemangi. lalu angkat dan sajikan.</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ayam-Bumbu-Bakar-Kemangi.ps">Ayam Bumbu Bakar Kemangi.ps</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ayam-Bumbu-Bakar-Kemangi.ppt">Ayam Bumbu Bakar Kemangi.ppt</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ayam-Bumbu-Bakar-Kemangi.doc">Ayam Bumbu Bakar Kemangi.doc</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ayam-bumbu-bakar-kemangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakso Goreng Ayam Pedas</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/bakso-goreng-ayam-pedas/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/bakso-goreng-ayam-pedas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep Masakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23821</guid>
		<description><![CDATA[Bahan: 200 gram paha ayam fillet, dicincang halus 50 gram udang kupas, dicincang kasar 100 gram kulit ayam, dicincang halus 2 siung bawang putih, dihaluskan 2 buah cabai merah keriting, dicincang halus 1 1/2 sendok teh garam 1/2 sendok teh merica bubuk 1/2 sendok teh penyedap rasa 2 sendok teh minyak wijen 1/2 sendok teh [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan:</strong><br />
200 gram paha ayam fillet, dicincang halus<br />
50 gram udang kupas, dicincang kasar<br />
100 gram kulit ayam, dicincang halus<br />
2 siung bawang putih, dihaluskan<br />
2 buah cabai merah keriting, dicincang halus<br />
1 1/2 sendok teh garam<br />
1/2 sendok teh merica bubuk<br />
1/2 sendok teh penyedap rasa<br />
2 sendok teh minyak wijen<br />
1/2 sendok teh gula pasir<br />
2 butir (100 gram) telur ayam<br />
60 ml air es<br />
250 gram tepung sagu<br />
1 sendok teh baking powder minyak untuk menggoreng</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong><br />
1. Campur ayam, udang, kulit ayam, bawang putih, cabai merah keriting, garam, merica bubuk, penyedap rasa, minyak wijen, dan gula pasir. Uleni rata.<br />
2. Tambahkan telur. Aduk rata. Tambahkan tepung sagu dan baking powder sambil dituang air es. Aduk rata.<br />
3. Bentuk bola-bola dengan sendok.<br />
4. Goreng dalam minyak pangs sedang dengan api sedang sampai matang.</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Bakso-Goreng-Ayam-Pedas.doc">Bakso Goreng Ayam Pedas.doc</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Bakso-Goreng-Ayam-Pedas.ps">Bakso Goreng Ayam Pedas.ps</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Bakso-Goreng-Ayam-Pedas.ppt">Bakso Goreng Ayam Pedas.ppt</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/bakso-goreng-ayam-pedas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Besiap Mebase Kele</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/besiap-mebase-kele/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/besiap-mebase-kele/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep Masakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23812</guid>
		<description><![CDATA[Bahan: 1 ekor ayam kampung, dipotong-potong 50 gram kelapa parut kasar, disangrai 2 lembar daun salam 3/4 sendok teh garam 1/4 sendok teh gula pasir 400 ml santan dari 1/2 butir kelapa 2 sendok makan minyak untuk menumis bawang merah goreng untuk taburan Bumbu halus: 6 siung bawang putih 5 buah cabai merah keriting 1 [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan:</strong><br />
1 ekor ayam kampung, dipotong-potong<br />
50 gram kelapa parut kasar, disangrai<br />
2 lembar daun salam<br />
3/4 sendok teh garam<br />
1/4 sendok teh gula pasir<br />
400 ml santan dari 1/2 butir kelapa<br />
2 sendok makan minyak untuk menumis<br />
bawang merah goreng untuk taburan</p>
<p><strong>Bumbu halus:</strong><br />
6 siung bawang putih<br />
5 buah cabai merah keriting<br />
1 cm kencur<br />
1/4 sendok teh merica hitam<br />
1/4 sendok teh merica<br />
4 butir kemiri, disangrai</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong><br />
1. Panggang ayam kampung sampai matang. Angkat dan suwir kasar.<br />
2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus dan daun salam sampai harum. Masukkan kelapa sangrai. Aduk rata.<br />
3. Tambahkan ayam suwir. Aduk rata. Masukkan santan, garam, dan gula pasir. Masak sampai matang.<br />
4. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng.</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Besiap-Mebase-Kele.doc">Besiap Mebase Kele.doc</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Besiap-Mebase-Kele.ps">Besiap Mebase Kele.ps</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Besiap-Mebase-Kele.ppt">Besiap Mebase Kele.ppt</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/besiap-mebase-kele/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Tahu, Kena &#8220;Sedot Pulsa&#8221;</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ingin-tahu-kena-sedot-pulsa/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ingin-tahu-kena-sedot-pulsa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23794</guid>
		<description><![CDATA[Nia tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Rupanya, Nia ganti nomor. Alasannya, nomor telepon selulernya menjadi amat boros karena pulsanya ”dicuri” alias ”disedot”. Setelah dirunut, dia ingat, pernah merespons penawaran nada dering berupa lagu dari salah satu grup band favorit remaja. Nia pun kesal. Secara umum ada dua macam jebakan yang dipasang oleh pihak-pihak yang ingin mendapatkan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Nia tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Rupanya, Nia ganti nomor. Alasannya, nomor telepon selulernya menjadi amat boros karena pulsanya ”dicuri” alias ”disedot”. Setelah dirunut, dia ingat, pernah merespons penawaran nada dering berupa lagu dari salah satu grup band favorit remaja. Nia pun kesal.</p>
<p>Secara umum ada dua macam jebakan yang dipasang oleh pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang didapat ada dua macam, yaitu mendapatkan pulsa atau mendapatkan uang.</p>
<p>Analis forensik digital (DFA) Gunaris yang dihubungi pada Selasa (4/10/2011), di Jakarta, menjelaskan, setidaknya ada tiga modus operandi penyedotan pulsa.</p>
<p>Pertama, <em>premium call</em>. Modusnya, tulis Gunaris dalam surat elektronik ke Kompas, ”Pengguna telepon menerima layanan pesan singkat (sms) premium, lalu pengguna telepon membalas sms itu.”</p>
<p>Meski jawabannya tidak sesuai permintaan, misalnya menjawab ”unreg”, mengumpat, atau bahkan sms kosong, pulsa tetap tersedot. Pesan layanan singkat premium ini menggunakan nomor 4 digit, misalnya 3433, 9799, dan lain-lain. Untuk sms premium, harus bekerja sama dengan operator.</p>
<p>Hal itu bisa terjadi apabila konten sms premium disetel guna memaksa pengguna telepon untuk melakukan registrasi. Harusnya disetel ”reg on”, ”daftar” jika ingin mendaftar, atau petunjuk lain dengan isi yang sesuai tujuan.</p>
<p>Kedua, pulsa bisa disedot jika kita merespons janji gim murah di TV seharga Rp 1.000. ”Sebaiknya tawaran itu jangan diikuti karena akan menyedot pulsa,” tulis Gunaris. Format itu sebenarnya bukan untuk membeli gim, melainkan mendaftar pada konten tertentu.</p>
<p>Cara ketiga, pemilik konten menelepon pengguna telepon, menawarkan konten. Meskipun pemilik telepon tidak setuju mendaftar, nomornya akan didaftarkan secara paksa dan pulsa diambil.</p>
<p><strong>Sulit potong pulsa</strong></p>
<p>Head of Corporate Communication PT XL Axiata, Tbk, Febriati Nadira mengatakan, sulit bagi <em>content provider</em> (CP) palsu untuk memotong pulsa pelanggan. ”Katakanlah, mereka dapat mengelabui sistem untuk mengubah nomor panjang menjadi nomor empat angka. Lantas, bagaimana cara mereka mengambil pulsa?” kata dia.</p>
<p>Dia mengatakan, penyedia konten palsu pasti tidak memiliki sistem <em>billing</em> untuk memotong pulsa pelanggan. ”Jadi, kalau di XL, tak mungkin terjadi pemotongan pulsa pelanggan oleh penyedia konten palsu,” ujar dia.</p>
<p>Ia menambahkan, lebih masuk akal jika nomor empat angka itu dimanfaatkan untuk penipuan karena pengguna telepon percaya, sms itu resmi. Misalnya, untuk meminta setoran dana.</p>
<p><strong>Transfer pulsa</strong></p>
<p>Penipuan jenis lain adalah ketika pengguna telepon digiring untuk melakukan aktivitas yang sebenarnya mentransfer pulsa antartelepon.</p>
<p>”Permintaan” pulsa bisa dengan jelas dideteksi jika berupa sms berbunyi ”Papa minta pulsa ..bla..bla..bla” atau ”mama minta pulsa..bla..bla..bla”. Modus penipuan bukan transfer pulsa, tetapi karena pengguna telepon panik,” kata Gunaris.</p>
<p>Rasa panik bisa dipicu dengan isi sms menginformasikan, kerabat kita sedang dalam kesulitan, misalnya di kantor polisi, di rumah sakit, atau mengalami kecelakaan.</p>
<p>Kasus lain, sms yang sebenarnya adalah transfer pulsa tersamar. Atau ”Anda mendapat tiga pesan suara dari nomor 083139232459. Untuk mendengarkan silakan telepon *886* 10000*083139232459#l alu tekan OK/YES Terima kasih.”</p>
<p>General Manager mCommerce Mobile Data Services PT XL Axiata, Tbk, Thomas Aquines Syahreza Jenie mengatakan, XL berupaya mencegah pelanggan terjebak konten dengan tarif premium.</p>
<p>Caranya, dengan muatan SMS promo atau wording lebih tegas. Jika semula harga tidak jelas, harga dituliskan dengan tegas. Kemudian, ada pertanyaan-pertanyaan yang memastikan, pengguna telepon memang mau berlangganan.</p>
<p>Operator XL juga menyiapkan fasilitas pengecekan melalui USSD Menu Browser (UMB). Caranya, ketik *123*572# lalu tekan tanda telepon. ”Pelanggan dapat mengecek apakah dia terdaftar di layanan tertentu,” kata Thomas.</p>
<p>Dengan mengakses UMB, dapat dicek status RBT, layanan Xpressive SMS, dan cek layanan SMS. ”Ketika ada layanan yang tidak dikehendaki, bisa unreg, ada petunjuknya. Semudah itu,” kata Nadira.</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ingin-Tahu-Kena-Sedot-Pulsa.doc.doc">Ingin Tahu, Kena Sedot Pulsa.doc</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ingin-Tahu-Kena-Sedot-Pulsa.ppt.ppt">Ingin Tahu, Kena Sedot Pulsa.ppt</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Ingin-Tahu-Kena-Sedot-Pulsa.ps.ps">Ingin Tahu, Kena Sedot Pulsa.ps</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/ingin-tahu-kena-sedot-pulsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kacang Saur</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/kacang-saur/</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/kacang-saur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 06:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boenga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep Masakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/boenga/?p=23797</guid>
		<description><![CDATA[Bahan: 100 gram kacang tolo 150 gram kacang tanah kulit 400 gram kelapa parut kasar 5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya, disobek-sobek minyak untuk menggoreng Bumbu halus: 4 siung bawang putih 1 1/2 sendok teh ketumbar 1 1/4 sendok teh garam 1 1/2 sendok makan gula pasir Cara membuat: 1. Seduh kacang tolo dalam air [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan:</strong><br />
100 gram kacang tolo<br />
150 gram kacang tanah kulit<br />
400 gram kelapa parut kasar<br />
5 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya, disobek-sobek<br />
minyak untuk menggoreng</p>
<p><strong>Bumbu halus:</strong><br />
4 siung bawang putih<br />
1 1/2 sendok teh ketumbar<br />
1 1/4 sendok teh garam<br />
1 1/2 sendok makan gula pasir</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong><br />
1. Seduh kacang tolo dalam air mendidih. Rendam 3 jam. Ang-kat dan tiriskan kacang tolo. Tambahkan 1/2 sendok teh ga-ram. Aduk rata.<br />
2. Goreng sampai matang dan kering.<br />
3. Goreng kacang tanah kulit sampai matang.<br />
4. Aduk rata bumbu halus, kelapa parut kasar, dan daun jeruk. Sangrai sampai matang dan kering. Angkat.<br />
5. Campur kacang tanah dan kacang tolo dengan kelapa sang-ra Aduk rata. Sajikan.</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Kacang-Saur.ppt">Kacang Saur.ppt</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Kacang-Saur.ps">Kacang Saur.ps</a></p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/boenga/files/2011/10/Kacang-Saur.doc">Kacang Saur.doc</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/10/05/kacang-saur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
