Posts belonging to Category Laboratorium



Spesimen Tumbuhan di LIPI Terbakar

Sebagian dari spesimen tumbuhan hasil ekspedisi di hutan perbatasan Indonesia dengan Serawak (Malaysia) di Kalimantan rusak akibat terbakar atau terkena air. Itu akibat oven yang dipakai untuk mengeringkan ratusan spesimen tersebut terbakar, yang diduga akibat adanya hubungan pendek arus listrik, Rabu (12/1/2011) pagi.

Oven tersebut merupakan salah satu fasilitas untuk keperluan peneliti di Gedung Pusat Penelitian Biologi LIPI di Kompleks Cibinong Science Center di Cibinong, Kabupaten Bogor. Berkaitan dengan musibah itu, penempatan oven tersebut akan direlokasi, dibuat bangunan tersendiri yang tidak menempel dengan bangunan induk.

“Sebetulnya penempatan oven di ruang ini sudah cukup baik. Artinya, sudah diperhitungkan dengan baik dan memenuhi standar internasional. Namun, kebakaran ini membuat kami mempertimbangkan untuk memindahkannya di banguan tersendiri, yang tidak menempel dengan gedung induk. Toh, tidak perlu bangunan terlalu besar,” kata Kepala Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi (PPB) LIPI Eko Baroto.

Pemindahan oven itu, kata Eko, karena pihaknya tidak mau mengambil risiko yang dapat membahayakan koleksi spesimen biologi yang ada di Pusat Penelitian Biologi. Di ruang koleksi gedung tersebut tersimpan sekitar dua juta spesimen flora. Belum lagi spesimen fauna yang jumlahnya juga sama banyaknya.

“Kerugian akibat kebarakan ini sekitar Rp 50 juta, kalau hanya melihat fisik oven. Namun, nilai kerugian akibat spesimen terbakar atau rusak sulit dihitung. Kalau yang ini, spesimen baru, mungkin untuk mendapatkannya masih relatif mudah, yakni melakukan ekspedisi baru lagi ke lokasi yang sama. Kalau koleksi masa lalu, ini bisa benar-benar jadi malapetaka luar biasa,” tutur Eko.

Kebakaran kecil oven tersebut telah merusak sebagian besar sepesimen dari 152 jenis tumbuhan yang dikumpulkan dari ekspedisi dua peneliti Indonesia dan tiga peneliti Jepang di perbatasan hutan Indonesia dengan Serawak, dari Desember sampai awal Januari ini. Ekspedisi tersebut dipimpin Dr Dedy Darnaedi, salah seorang peneliti utama LIPI.

“Spesimen yang kami kumpulkan ada ratusan dari 152 jenis tumbuhan yang ditemukan di sana, antara lain dari jenis jahe-jahean, paku-pakuan, lumut-lumutan, sirsak-sirsakan, anggrek, dan buah manggis liar,” kata Dedy.

Ia yang dibantu Dr Sujarjono, juga peneliti, dan sejumlah karyawan memilah-milah spesimen yang selamat dari musibah kebakaran itu untuk tetap dipakai sebagai penelitiannya. “Mudah-mudahan masih banyak yang bisa dipakai. Kalau tidak, apakah perlu ekspedisi lagi, nantilah dipikirkan. Kami baru pulang dua hari lalu dari ekspedisi ini,” katanya.

Kebakaran oven itu diketahui sekitar pukul 07.30 oleh Arif Hidayat, Manajer Koleksi PPB, yang tengah melakukan pemeriksaan rutin. Ia sempat menyemprotkan busa antiapi ke oven itu, tetapi api tidak berhasil dipadamkan.

Asap tebal yang keluar dari oven dan memenuhi ruangan tersebut menambah panik semua orang yang sudah datang ke kantor. Pemadam kebakaran pun segera dipanggil dan mengirimkan enam unit mobil. Tidak sampai menghabiskan satu tangki air mobil pemadam, api pun akhirnya padam.

“Tetapi, kami semua sudah sangat panik sebab asap sangat tebal dan memenuhi ruang. Di ruang itu (dekat dengan ruang oven), banyak zat kimia untuk keperluan penelitian. Kami sungguh khawatir kebakaran akan merembet”, kata Eko Baroto, yang mendapat telepon dari mana-mana menanyakan kabar keselamatan koleksi PPB LIPI.

Spesimen Tumbuhan di LIPI Terbakar.ps

Spesimen Tumbuhan di LIPI Terbakar.ppt

Spesimen Tumbuhan di LIPI Terbakar.doc

Dikembangkan, Robot Pencari Korban Gempa

Insentif dana riset dari Indonesia Toray Science Foundation digunakan antara lain untuk penelitian robot pendeteksi korban bencana gempa. Meski tidak besar, insentif dari perusahaan Jepang itu ikut menggairahkan iklim penelitian di Indonesia.

“Saya menggunakan teknologi robot haptics, dengan metode kontrol bilateral,” kata periset Abdul Muis dari Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Rabu (9/2/2011) di Jakarta. Ia mendapat dana riset Rp 35 juta.

Perusahaan Toray Industries Inc dari Jepang memiliki 10 perusahaan patungan yang beroperasi di Indonesia. Sejak tahun 1993, perusahaan itu membentuk Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) untuk membantu pengembangan riset.

Sebanyak 19 riset periode 2009-2010 dibiayai dengan dana Rp 3 miliar. “Penelitian itu tidak ada hubungan dengan usaha Toray,” kata Ketua ITSF Soefjan Tsauri.

Abdul Muis mengatakan, robot untuk bencana gempa dengan teknologi haptics lebih akomodatif terhadap kondisi lapangan. Teknologi robot ditujukan untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah reruntuhan puing bangunan akibat gempa.

“Dengan kontrol bilateral, maka dibutuhkan master yang menunjang pengendalian robot secara lebih akurat,” kata Abdul Muis.

Menurut Abdul Muis, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala pengembangan riset di Indonesia. Padahal, kapasitas para ilmuwan cukup memadai untuk menunjang berbagai kebutuhan negara.

Secara terpisah, Amin Soebandrio, Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi, mengatakan, saat ini alokasi anggaran riset baru mencapai 0,04 persen dari produk domestik bruto (PDB). Jumlah ini jauh tertinggal dibanding negara-negara tetangga yang memiliki dana riset mencapai 1 persen dari PDB.

Beberapa periset lain yang menerima dana insentif ITSF 2009-2010 juga menunjukkan keandalannya. Ika Roostika Tambunan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetika di bawah Kementerian Pertanian berhasil mengembangkan metode penyimpanan plasma nutfah pisang.

“Peralatan penyimpanan plasma nutfah pisang dengan volume 34 liter bisa untuk menyimpan 2.000 sampai 3.000 kalus (struktur regenerasi pisang) sampai puluhan tahun,” kata Roostika.

Fatimah, periset lain dari lembaga sama dengan Roostika, memanfaatkan dana insentif dari ITSF untuk mengidentifikasi gen penting padi lokal. Tujuannya supaya padi tahan serangan penyakit bacterial leaf blight (BLB) atau penyakit kresek yang mengakibatkan gagal panen karena daun padi mengering.

Dikembangkan, Robot Pencari Korban Gempa.ps

Dikembangkan, Robot Pencari Korban Gempa.ppt

Dikembangkan, Robot Pencari Korban Gempa.doc