Posts belonging to Category Peta Pikiran



Raja Alat Ingat, Ya.. Mind Map!

Mind Map adalah bentuk istimewa pencatatan dan perencanaan yang bekerja selaras dengan otak untuk memudahkan mengingat. Mind Map menggunakan warna dan gambar-gambar untuk membantu membangunkan imajinasi. Cara menggambar Mind Map dengan kata-kata atau gambar-gambar yang bertengger di garis-garis melengkung atau “cabang-cabang” akan membantu ingatan untuk membuat asosiasi.

Dengan Mind Map, mengingat akan menjadi sangat mudah, betapa pun rumitnya hal yang harus diingat. Mind Map adalah Raja Alat Ingat.

Cara Menggambar Mind Map Ingatan

Ambillah selembar kertas putih polos (jangan menggunakan kertas bergaris, karena dapat menghentikan aliran ide). Putarlah kertas agar sisi panjangnya terletak mendatar.

  1. Ambil beberapa spidol warna cerah.
  2. Gambarlah sebuah gambar di tengah halaman (dengan menempatkan ide utama di bagian tengah).
  3. Pilih sebuah warna dan gambarlah sebuah cabang utama yang memancar dari gambar sentral. Tebalkan gambar cabang yang menempel ke gambar sentral lalu semakin menipis ke arah ujung.
  4. Biarkan otakmu berfikir tentang gagasan-gagasan untuk mengembangkan cabang utama yang telah dibuat.
  5. Dengan semakin banyak gagasan yang muncul, tambahkan lebih banyak cabang ke subtopik. Sehingga mendapatkan catatan lengkap yang telah dilakukan.

Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Peta Pikiran

Pada dasarnya semua anak kreatif, orang tua dan guru hanya perlu menyediakan lingkungan yang benar untuk membebaskan seluruh potensi kreatifnya. Di dalam pendidikan anak usia dini, orang tua dan guru bukanlah pengajar. Orang tua dan guru diharapkan memberikan stimulasi pada anak, sehingga terjadi proses pembelajaran yang berpusat pada anak.

Otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik seperti membaca, bahasa, dan berhitung. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi, tugas, dan respon berbeda sehingga harus tumbuh dalam keseimbangan.

Sebenarnya, anak-anak dapat menuangkan pikiran dengan caranya masing-masing. Proses menuangkan pikiran menjadi tidak beraturan atau tersendat ketika anak-anak terjebak dalam model menuangkan pikiran yang kurang efektif sehingga kreativitas tidak muncul. Model dikte dan mencatat semua yang didiktekan pendidik, mendengar ceramah dan mengingat isinya, menghafal kata-kata penting dan artinya terjadi dalam proses belajar dan mengajar di sekolah atau di mana saja menjadi kurang efektif ketika tidak didukung oleh kreativitas pendidik atau anak itu sendiri. Masalah-masalah lain muncul ketika anak berusaha mengingat kembali apa yang sudah didapatkan, dipelajari, direkam, dicatat atau yang dahulu pernah diingat. Beberapa anak mengalami kesulitan berkonsentrasi ketika mengerjakan tugas. Ini terjadi dikarenakan catatan ataupun ingatannya belum teratur. Untuk itu dibutuhkan suatu alat untuk membantu otak berpikir secara teratur.

Peta pikiran adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak, yang merupakan cara mencatat yang kreatif dan efektif. Peta pikiran merupakan alat yang membantu otak berpikir secara teratur. Semua peta pikiran mempunyai kesamaan. Semuanya menggunakan warna. Semuanya memiliki struktur alami yang memancar dari pusat. Semuanya menggunakan garis lengkung, simbol, kata dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian yang sederhana, mendasar, alami, dan sesuai dengan cara kerja otak. Secara harfiah peta pikiran akan memetakan pikiran-pikiran.

Untuk mengajak anak membuat peta pikiran, diperlukan beberapa hal, yaitu kertas kosong tak bergaris, pena atau spidol berwarna, otak dan imajinasi. Tujuh langkah dalam membuat Peta pikiran:

  1. Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya di letakkan mendatar.
  2. Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral, karena gambar melambangkan topik utama.
  3. Gunakan warna, karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran lebih hidup.
  4. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya.
  5. Buatlah garis hubung yang melengkung.
  6. Gunakan satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis.
  7. Gunakan gambar, karena setiap gambar bermakna seribu kata.

Peta pikiran memberikan banyak manfaat. Peta pikiran memberi pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas, memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui ke mana kita akan pergi dan di mana kita berada. Keuntungan lain yaitu mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat, mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru, merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dipandang, dibaca, direnungkan, dan diingat.

Untuk anak-anak, peta pikiran memiliki manfaat, yaitu: membantu dalam mengingat, mendapatkan ide, menghemat waktu, berkonsentrasi, mendapatkan nilai yang lebih bagus, mengatur pikiran dan hobi, media bermain, bersenang-senang dalam menuangkan imajinasi yang tentunya memunculkan kreativitas.