Posts belonging to Category Peta Pikiran



BSA: Hampir 50% Pengguna PC Pakai Software Bajakan

Software bajakan menjadi momok yang sulit lepas dari industri software. Bahkan menurut Business Software Alliance (BSA), organisasi yang menaungi para produsen software, setengah pengguna (47%) komputer pribadi di dunia menggunakan software tidak resmi.

Jumlah tersebut diperkirakan lebih tinggi jika berbicara di negara-negara berkembang saja. Demikian menurut penelitian Ipsos Public Affairs yang dilakukan untuk BSA tersebut.

Survei ini sendiri dilakukan terhadap sekitar 15.000 pengguna komputer pribadi di 32 negara. Penelitiannya dijalankan termasuk dengan wawancara langsung secara perorangan maupun online kepada 400 hingga 500 responden di tiap negara.

Hasil studi menunjukkan bahwa meski menunjukkan dukungan terhadap prinsip-prinsip perlindungan atas hak kekayaan intelektual, mayoritas pengguna komputer di negara berkembang memperoleh perangkat lunak secara ilegal.

Misalnya dengan membeli satu lisensi untuk sebuah program dan kemudian menginstal pada beberapa komputer, atau mengunduh program dari jaringan peer-to-peer.

Di antara 32 negara yang diteliti, 9 negara terletak di kawasan Asia-Pasifik. Enam di antaranya yaitu China, Vietnam, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, termasuk Indonesia.

Hasil studi secara khusus menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi ke-7 di antara 32 negara yang diteliti, dimana 65% dari pengguna komputer pribadi menyebutkan bahwa mereka memperoleh software seringkali atau selalu dengan cara ilegal.

Ironisnya, studi ini menemukan bahwa mayoritas pengguna perangkat lunak bajakan di negara berkembang tersebut meyakini cara ilegal yang mereka lakukan untuk memperoleh perangkat lunak merupakan cara yang legal.

Pada saat yang sama, mereka meyakini pula bahwa pembajakan software sudah bersifat umum dan mereka percaya bahwa kecil kemungkinan para pelaku pembajakan software tersebut akan ditindak.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa para pembuat keputusan bisnis di seluruh dunia memiliki pendapat dan menunjukkan perilaku serupa dengan para pengguna komputer. Lima negara di Asia Pasifik termasuk dalam daftar 10 teratas negara dengan tingkat pembajakan tertinggi di tingkat pembuat keputusan bisnis.

“Diperkirakan ratusan juta oknum pembajak telah membuat kerugian sebesar USD 59 miliar dari seluruh perangkat lunak yang dibajak tahun lalu. Kini kita memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang mereka pikirkan,” kata Robert Holleyman, Presiden dan CEO BSA dalam keterangannya, Rabu (7/9/2011).

“Bukti-bukti ini jelas menunjukkan bahwa cara menurunkan tingkat pembajakan perangkat lunak adalah dengan mendidik para pelaku bisnis maupun individu tentang hal-hal apa yang legal — serta meningkatkan penegakan atas hukum-hukum di bidang hak kekayaan intelektual sehingga pesan-pesan yang dapat menimbulkan efek jera dapat disampaikan dengan lebih baik ke masyarakat,” lanjutnya.

Kepala Perwakilan BSA Indonesia, Donny A. Sheyoputra menambahkan, BSA mendukung pemerintah Indonesia untuk melawan pembajakan software melalui penegakan hukum dan kegiatan edukasi mengenai penggunaan software berlisensi.

“Untuk menciptakan rezim HKI yang kuat, kami dengan tegas mendukung Direktorat Jenderal HKI merevisi UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Dalam kaitannya dengan penggunaan software tanpa lisensi untuk kepentingan bisnis, RUU Hak Cipta mengatur pertanggungjawaban pidana korporasi terhadap perusahaan yang tetap menggunakan software tanpa lisensi dalam kegiatan operasional mereka,” pungkasnya.

 

Kenapa Memakai Peta Pikiran?

Apakah saat ini Anda sedang:

o   menemukan ide yang inovatif dan jalan keluar yang kreatif?

o   ingin mengingat informasi secara efektif dan efisien?

o   ingin menetapkan sebuah tujuan, dan langkah-langkah untuk mencapainya?

o   berpikir untuk mengubah karier atau memulai usaha baru?

o   ingin mengadakan rapat yang efisien dan lancar?

Jika Anda menjawab “Ya”, maka yang Anda perlukan adalah membuat peta pikiran.

Apa itu peta pikiran (mind map)? Sesuai namanya bisa diartikan kalau peta pikiran merupakan peta yang akan kita tempatkan di otak kita. Dengan kata lain bahwa didalam otak kita terdapat katalog dalam format yang rapi dan terstruktur baik.

Metode ini diperkenalkan oleh Tony Buzan seroang ahli pengembangan potensi manusia berkebangsaan Inggris dan hasilnya mencengangkan dunia karena terbukti bisa meningkatkan daya pikir dan kecerdasan seseorang. Konsepnya sudah diterapkan dibanyak perusahaan-perusahaan dunia, seperti IBM, Microsoft, General Motors, General Electric, HSBC, Boeing Aircraft, dan Walt Disney.

Peta pikiran juga dikembangkan untuk memacu kecerdasan anak karena membantu untuk mengatasi masalah  anak yang kesulitan memahami pelajaran dan berkonsentrasi saat belajar, merasa tidak cukup waktu untuk belajar, sering bingung dan cemas saat ulangan, minat belajar kurang, dan persoalan-persoalan lainnya.

Metodenya mengarahkan agar kita dapat menuangkan, mencatat pikiran kita secara kreatif, efektif, kemudian dipetakan secara menarik, mudah, dan berdaya guna. Sehingga dengan demikian kita dapat:

  • memberi pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas.
  • memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui ke mana kita akan pergi dan di mana kita berada.
  • mengumpulkan sejumlah besar data di satu tempat.
  • mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru.
  • menyenangkan untuk dilihat, dibaca, dicerna dan diingat.