Pembuat “Crop Circle” Layak Diapresiasi

Dekan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Chairil Anwar menilai, tapak melingkar atau crop circle di Bantul dan Sleman DI Yogyakarta merupakan hasil pekerjaan intelektual. Pekerjaan ini membutuhkan pemikiran yang menggabungkan ilmu dan seni. Ini mirip dengan karya instalasi yang banyak dibuat seniman dewasa ini, katanya di Yogyakarta, Rabu (26/1/2011).

Oleh karena itu, kata Chairil, andaikata tapak melingkar tersebut benar-benar dibuat oleh mahasiswa FMIPA UGM, mahasiswa bersangkutan akan diberi apresiasi karena mampu menerapkan ilmu murni Matematika dengan bidang seni. Fenomena yang banyak dikaitkan dengan unidentified flying object(UFO) itu juga memunculkan ide untuk mengkombinasikan ilmu-ilmu Matematika dengan bidang seni.

Chairil menuturkan, pihak FMIPA UGM telah melakukan pelacakan benar tidaknya kabar bahwa salah satu mahasiswa FMIPA UGM terlibat dalam pembuatan tapak melingkar tersebut. Hal ini terkait tersiarnya kabar pembuat tapak melingkar adalah mahasiswa FMIPA UGM angkatan 2008 seperti termuat dalam sebuh situs blog. “Kami sudah memeriksa 28 mahasiswa terkait hal ini, tapi belum menemukan kebenaran kabar itu,” ucap Chairil.

Menurut Chairil, pembuatan tapak tak bisa dinilai perbuatan yang salah di persawahan sebab tidak dimaksudkan melukai siapapun. Kerugian hanya terdapat pada penggunaan sawah yang menjadi sumber pendapatan pemiliknya.

Apabila terbukti salah satu mahasiswa FMIPA UGM yang melakukannya, kata Chairil, pihak fakultas mempertimbangkan akan mengganti kerugian yang diakibatkan.

Pembuat Crop Circle Layak Diapresiasi.ps

Pembuat Crop Circle Layak Diapresiasi.ppt

Pembuat Crop Circle Layak Diapresiasi.doc

Leave a Reply