Menjadi Diri Sendiri
Mengenal Bung Hatta dari dekat tidak dapat dilepaskan dari kedudukan beliau sebagai seorang tokoh nasional yang besar, maupun kedudukan Bung Hatta sebagai manusia biasa. Sudah barang tentu ada kelebihan dan kekurangannya, serta memiliki kekuatan dan kelemahannya.
Di tahun 1969 pernah saya berkunjung kepada Bung Hatta dengan maksud meminta tolong, barangkali beliau dapat membantu saya untuk belajar ke East-West Center di Honolulu, Hawaii (USA), karena beliau pernah diundang ke sana. Akan tetapi apa yang saya peroleh dari beliau bukan sepucuk surat introduksi ataupun surat rekomendasi, melainkan sebaliknya, Bung Hatta marah kepada saya. “Saya tidak bisa memberikan surat introduksi atau rekomendasi kepada Saudara. Kalau Saudara ingin belajar ke East-West Center, berusahalah sendiri. Anak-anak saya juga berusaha sendiri, tidak ada yang saya bantu. Apalagi Amerika Serikat adalah negara yang besar yang tidak begitu mudah untuk mengundang seseorang, kalau dipandangnya tidak perlu. Coba saja Saudara berusaha.” Demikian ujar Bung Hatta.
Kata-kata ini bagaikan sebutir pil pahit yang harus saya telan. Suatu pengalaman pahit dan pelajaran yang berharga bagi diri saya, untuk belajar berdiri di atas kekuatan sendiri dan percaya pada diri sendiri.
Pada waktu saya berusia genap 40 tahun, Bung Hatta mengirim surat ucapan selamat disertai suatu pesan yang berbunyi:
“Pesan saya pada hari ini tak lain melainkan menasihatkan Saudara supaya tetap berdiri di atas kebenaran dan berjuang untuk kebenaran.”
Adapun pesan Bung Hatta ini mencerminkan pribadi beliau sebagai seorang muslim yang beriman, dimana agama Islam senantiasa mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berdiri di atas kebenaran dan berjuang untuk membela kebenaran. Beliau sendiri selama hidupnya memberikan contoh dan teladan betapa gigih membela kebenaran. Sebab bagi setiap pribadi muslim, tidak ada setengah benar dan setengah salah, melainkan yang ada ialah antara yang hak dan yang batil. Kita diwajibkan untuk membela yang hak dan memerangi yang batil.
Saya pernah menanyakan kepada Bung Hatta, sebagai seorang ayah, apa cita-cita beliau mengenai pendidikan terhadap ketiga putri beliau? “Tentang anak-anak saya, sebagai seorang ayah, pendirian saya tidak lain daripada biasanya pendirian seorang ayah, anak itu diberi pendidikan menurut bakatnya.” Keterangan Bung Hatta ini dibenarkan oleh ketiga putrinya dalam pengakuan mereka secara jujur.
Solichin Salam, Pribadi Manusia Hatta, Seri 10, Yayasan Hatta, Juli 2002
September 19, 2011
|
Posted by boenga
Categories:
Recent Comments