Acanthosis Nigricans, Lipatan Kulit Gelap dan Tebal Seperti Beludru

Acanthosis nigricans adalah suatu kondisi di mana kulit menjadi gelap, tebal, dan seperti beludru pada bagian tubuh yang berkerut dan melipat seperti ketiak, selangkangan, dan leher. Tidak ada perawatan khusus untuk acanthosis nigricans. Sehingga dapat menyebabkan seseorang dengan kondisi ini sangat mengkhawatirkan penampilan kulit mereka. Adapun beberapa pilihan perawatan yang tersedia hanya untuk membantu meringankan daerah kulit yang terkena.

Acanthosis nigricans dapat menghilang secara perlahan-lahan, seiring dengan dilakukannya perawatan pada beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebabnya, seperti obesitas atau diabetes.

Penyebab

Kelebihan berat badan atau memiliki tingkat insulin yang tinggi dalam darah, seperti pada diabetes tipe 2, dapat menyebabkan acanthosis nigricans. Jika tingkat insulin pasien terlalu tinggi, maka insulin yang berlebihan dapat merangsang aktivitas sel-sel pada kulit. Sehingga akhirnya menyebabkan perubahan pada kulit. Dalam beberapa kasus, acanthosis nigricans juga dapat diturunkan.

Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan acanthosis nigricans, seperti hormon pertumbuhan, pil KB, dan niacin dalam dosis tinggi. Selain obat-obatan, masalah hormon lain seperti gangguan endokrin atau tumor juga dapat menyebakan acanthosis nigricans. Pada beberapa kasus yang jarang, jenis kanker tertentu dapat menyebabkan acanthosis nigricans.

Gejala

Satu-satunya tanda acanthosis nigricans adalah perubahan kulit yang signifikan. Seperti disebutkan sebelumnya, kulit seseorang mungkin terlihat lebih gelap, lebih tebal, dan menyerupai beludru pada daerah kulit tubuh dengan lipatan. Meskipun dalam beberapa kasus kondisi ini dapat mempengaruhi bibir, telapak tangan, atau telapak kaki, namun daerah yang paling sering terkena adalah leher, pangkal paha, dan ketiak.

Perubahan pada kulit biasanya muncul perlahan-lahan, kadang-kadang selama beberapa bulan atau tahun. Selain itu, dalam beberapa kasus yang jarang, dapat terjadi rasa gatal di daerah yang terkena.

Pengobatan

Seperti disebutkan sebelumnya, mengobati kondisi yang menyebabkannya biasanya juga dapat menghilangkan acanthosis nigricans. Selain itu, pada kasus pasien dengan kelebihan berat badan, perubahan dalam diet dapat membantu menurunkan berat badan. Sehingga setelah berat badan turun, acanthosis nigricans juga dapat menghilang secara perlahan-lahan.

Pasien mungkin akan diresepkan krim atau lotion untuk membantu meringankan daerah yang terkena. Beberapa obat yang dapat meringankan acanthosis nigricans, antara lain:

1. Obat per oral (melalui mulut), seperti isotretinoin
2. Lotion yang mengandung vitamin A, seperti tretinoin
3. Suplemen minyak ikan

Pengobatan yang ditujukan untuk mengurangi ketebalan daerah kulit yang terkena acanthosis nigricans, pasien dapat menjalani terapi laser atau dermabrasi.

Acanthosis Nigricans

Acanthois Nigricans, Lipatan Kulit Gelap dan Tebal Seperti Beludru

Acanthosis Nigricans

Abrasi Gigi, Akibat Terlalu Keras Menyikat Gigi

Jakarta, Deskripsi
Abrasi gigi adalah hilangnya struktur gigi akibat dari keausan mekanik yang abnormal. Abrasi gigi disebabkan oleh gesekan terhadap gigi yang terlalu kuat dan terus menerus. Banyak hal yang dapat menyebabkan abrasi gigi, penyebab paling umum yaitu menyikat gigi terlalu keras.

Ciri khas abrasi gigi yang disebabkan oleh menyikat gigi yang terlalu keras yaitu terbentuknya lekuk-lekuk ‘V’ pada bagian leher gigi (daerah di dekat gusi). Abrasi gigi dapat mengenai permukaan email (permukaan paling luar) bahkan mencapai permukaan yang lebih dalam yaitu dentin. Apabila abrasi gigi sudah mengenai permukaan gigi yang semakin dalam (dentin gigi terbuka), maka akan menyebabkan gigi sensitif.

Penyebab
Banyak faktor mekanik yang dapat menyebabkan hilangnya struktur gigi secara abnormal, antara lain:
1. Menyikat gigi terlalu keras dan dengan cara yang salah
Menyikat gigi terlalu keras dengan arah horisontal (kedepan dan kebelakang) secara terus menerus dapat menyebabkan abrasi gigi. Menyikat gigi yang paling baik adalah dengan arah vertikal (keatas dan kebawah).

2. Cengkeram (kawat) pada gigi tiruan yang terlalu menekan gigi
Cengkeram (kawat) pada gigi tiruan yang terlalu menekan gigi akan menimbulkan gesekan secara terus menerus pada saat menguyah makanan, sehingga dapat menimbulkan abrasi gigi.

3. Bruxism (teeth grinding)
Bruxism (teeth grinding) merupakan kebiasaan mengasah gigi atas dengan gigi bawah, yang biasa disebut dengan “kerot”. Biasanya bruxism dilakukan secara tidak sadar saat tidur. Penyebab bruxism belum diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa stres salah satu penyebabnya. Bruxism merupakan kebiasaan, sehingga juga dapat menyebabkan abrasi gigi.

4. Kebiasaan menggigit pipa rokok diantara gigi depan atas dan bawah
5. Mahkota jaket gigi dengan bahan porselen yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gigi lawannya terabrasi pada permukaan insisal atau oklusal (permukaan kunyah)

Gejala
1. Gigi terasa ngilu dan lebih sensitif
2. Bentuk gigi tampak terkikis

Perawatan
Perawatan untuk gigi abrasi tergantung oleh parahnya kerusakan gigi.
1. Kerusakan gigi sudah melibatkan permukaan yang lebih dalam ( gigi sudah kehilangan semua email dengan dentin terbuka)
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghilangkan faktor yang menjadi penyebab gigi abrasi dan sebaiknya dilakukan penambalan gigi supaya tidak terasa ngilu.
2. Kerusakan gigi masih ringan
Cukup dengan menghilangkan faktor atau mengubah kebiasaan yang menjadi penyebab gigi abrasi.

Abrasi Gigi

Abrasi Gigi

Abrasi Gigi Akibat Terlalu Keras Menyikat Gigi