Tips Menyimpan Bahan Makanan

Seberapa sering Anda berbelanja bahan makanan dalam jumlah banyak? Jika cara ini sudah menjadi kebiasaan, tentunya Anda juga terbiasa menyimpan bahan makanan dalam lemari es. Risiko yang umumnya ditemui, bahan makanan membusuk karena tak segera dimasak dan terlalu lama disimpan di lemari es. Supaya tak busuk, simak tips penyimpanan berikut ini:

1. Telur
Kalau Anda membeli telur dalam keadaan bersih, Anda bisa langsung menyimpan di lemari es. Tetapi jika telur dalam keadaan kotor, cuci bersih, keringkan, lalu simpan di lemari es. Telur bertahan empat minggu dari tanggal pembelian.

2. Daging dan ayam
Simpan daging dan ayam dalam wadah tertutup di lemari es, agar bisa digunakan hingga 3-4 hari. Jika akan diolah dalam waktu lama, bekukan daging dalam freezer. Caranya:
* Cuci bersih daging atau ayam, potong-potong, masukkan dalam wadah-wadah tertutup dengan jumlah untuk sekali masak.
* Simpan daging atau ayam dalam lemari pendingin (chiller) sebelum dimasukkan ke dalam freezer. Tujuannya, agar udara dingin menyebar rata sampai ke dalam daging, dan menghindari pembusukan di bagian tengah daging.
* Untuk memudahkan pencairan daging, pindahkan daging atau ayam dari freezer ke chiller semalam sebelum dimasak. Tujuannya agar daging atau ayam sudah tak membeku lagi tetapi masih segar saat akan dimasak.

3. Keju
Bungkus keju yang akan disimpan ke dalam plastik atau alumunium foil yang kedap udara. Dengan cara ini, keju bisa dipakai 2-4 bulan sejak tanggal pembelian. Jauhkan dari bahan makanan yang berbau tajam atau bau yang mudah diserap karena akan memengaruhi rasa keju.

4. Susu dan yoghurt
Simpan yoghurt di chiller pada suhu 4-6 derajat Celcius, supaya bakteri yang bermanfaat bagi pencernaan tetap hidup. Susu atau yoghurt yang sudah dibuka sebaiknya dikonsumsi 2-3 hari sejak tanggal dibuka, meski tertulis tanggal kadaluarsa masih lama.

5. Sayuran
Untuk menjaga sayur tetap segar di lemari es, sebaiknya sayuran dicuci bersih lebih dahulu. Kemudian bungkus sayuran dengan kitchen paper, masukkan ke dalam kantong plastik, lalu simpan dalam lemari es. Dengan cara ini, sayur seperti brokoli bisa bertahan kesegarannya sampai satu minggu.

Sedangkan untuk kol, sebaiknya jangan di simpan di lemari es bersama bahan makanan lainnya, karena gas dari kol dapat merusak sayuran.

Tauge juga perlu perlakuan khusus. Karena tauge mudah busuk, rebus tauge sebelum dimasukkan ke dalam lemari es, lalu tiriskan. Setelah itu bungkus dengan kitchen paper, masukkan ke plastik, dan simpanlah di lemari es.

Untuk jamur, hindari mencuci jamur sebelum disimpan dalam lemari es, karena jamur tak tahan air. Aplikasikan cara yang sama untuk wortel, cabe merah, dan cabe hijau. Kemudian bungkus rapat dengan kitchen paper, bungkus plastik, lalu simpan dalam lemari es.

6. Buah-buahan
Simpan buah-buahan dalam wadah plastik yang memiliki ventilasi. Hindari menyimpan apel dalam lemari es. Sebab apel memproduksi ethylene yang bisa membuat sayur dan buah lainnya cepat busuk.

Buah tomat yang terlalu matang bisa disegarkan kembali jika cara menyimpannya benar. Caranya, rendam tomat dalam air dingin yang ditambahkan sedikit garam. Rendam tomat semalaman dalam lemari es.

7. Ikan dan seafood
Sebelum di simpan dalam lemari es, bersihkan ikan dengan mengeluarkan isi perut dan insangnya. Masukkan ikan atau seafood dalam wadah, bumbui dengan perasan jeruk dan air garam, diamkan 5-10 menit, tiriskan air dan darah kotornya, lalu bilas bersih di air kran. Bungkus dalam kantong plastik, lalu simpan dalam freezer. Untuk udang dan ikan teri, sebaiknya potong kepalanya sebelum menyimpan di lemari es.

Tips Menyimpan Bahan Makanan

Tips Menyimpan Bahan Makanan

Tips Menyimpan Bahan Makanan

Pilih-pilih Daging Segar

Di pasaran, mudah kita jumpai daging yang dijual dalam bentuk siap pakai seperti daging khusus untuk steik, dan dalam bentuk potongan untuk sup atau rawon, juga daging giling. Berikut beberapa saran untuk membantu Anda memilih daging yang baik.

– Sebagai patokan, pilih daging sesuai kebutuhan. Bila hendak memasak rawon, pilih daging lamusir yang mengandung sedikit lemak. Untuk steik atau tumis, pilih daging has dalam, yang lebih cepat empuk.

– Yang penting pilih daging yang segar. Tanda daging segar berwarna merah terang, beraroma segar, dan kenyal jika ditekan.

– Jangan pilih daging yang sudah membiru karena itu tanda daging sudah “layu”.

– Jangan pilih daging yang cairannya terlalu banyak tertampung di wadah. Itu tanda kesegaran daging sudah berkurang.

– Cuci daging dalam bentuk utuh agar air atau sarinya tidak larut bersama air dan menyebabkan daging tak gurih lagi.

– Jika membeli dagiing potong atau cincang, pilih yang bersih agar tidak perlu mencucinya lagi. Proses pencucian akan melarutkan sisanya.

Pilih-pilih Daging Segar

Pilih-pilih Daging Segar

Pilih-pilih Daging Segar