Kelebihan Berat Badan Lebih Bahaya untuk Orang India

Ontario, Kanada, Berat badan berlebih memang berbahaya untuk tubuh semua orang, tapi sebuah penelitian baru menemukan bahwa kenaikan berat badan bisa sangat berbahaya pada orang keturunan Asia Selatan, seperti orang India. Mengapa?

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa tubuh manusia tidak ‘mengemas’ lemak dengan cara yang sama. Orang-orang dari Asia Selatan seperti orang India lebih mungkin memiliki tambahan lemak di sekitar organ internalnya, seperti hati, dibandingkan dengan orang Kaukasia.

Jenis lemak yang dikenal sebagai lemak visceral atau lemak perut, dianggap lebih berbahaya bagi kesehatan daripada lemak subkutan atau lemak di bawah kulit.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan lemak perut dengan perkembangan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tak sehat dan resistensi insulin, yang dapat berkembang menjadi penyakit kardiovaskular atau diabetes tipe 2.

“Hasil ini menjelaskan mengapa orang Asia Selatan sebelumnya telah ditemukan berada pada risiko lebih besar untuk menderita penyakit jantung dan diabetes tipe 2,” kata peneliti Dr. Arya Sharma, direktur Canadian Obesity Network, seperti dilansir Myhealthnewsdaily, Selasa (2/8/2011).

Terkait dengan cara tubuh membawa lemak, Dr. Sharma mengatakan orang Asia Selatan mengalami masalah lebih besar dibandingkan dengan orang Kaukasia dengan berat badan yang sama.

“Dokter harus memeriksa orang keturunan Asia Selatan untuk penyakit jantung dan diabetes pada indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dari orang Kaukasia,” lanjut Dr. Sharma.

Dalam penelitian ini, peneliti memeriksa sekitar 100 orang keturunan Asia Selatan (didefinisikan sebagai orang yang memiliki orangtua atau kakek nenek yang berasal dari India, Pakistan, Sri Lanka atau Bangladesh) dan Kaukasia (yang nenek moyangnya berasal dari Eropa).

Peneliti menggunakan scan tubuh untuk menentukan distribusi lemak pada tubuh peserta. Hasilnya, setelah disesuaikan untuk usia, jenis kelamin dan BMI, peneliti menemukan orang keturunan Asia Selatan memiliki lebih sedikit lemak di bawah kulit dan lebih banyak lemak di sekitar organ dibandingkan orang Kaukasia.

“Ini mungkin karena tubuh orang Asia Selatan disusun dengan memiliki sedikit ruang untuk menyimpan lemak di bawah kulit daripada orang Kaukasia,” jelas Dr. Sonia Anand, profesor kedokteran dan epidemiologi di McMaster University di Hamilton, Ontario.

Menurutnya, kelebihan lemak orang Asia Selatan akhirnya akan meluap ke kompartemen ektopik, di perut dan hati, yang mungkin dapat mempengaruhi fungsi organ tersebut.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE.

Kelebihan Berat Badan Lebih Bahaya untuk Orang India

Kelebihan Berat Badan Lebih Bahaya untuk Orang India

Kelebihan Berat Badan Lebih Berbahaya untuk Orang India

Perempuan Jadi Gemuk Setelah Menikah, Pria Setelah Cerai

Jakarta, Pernikahan dan perceraian adalah dua sisi yang berbeda, tapi keduanya bisa memicu pertambahan berat badan. Bedanya, perempuan akan bertambah gemuk setelah ia menikah, sedangkan laki-laki setelah ia bercerai.

“Perceraian untuk pria dan pernikahan bagi perempuan mendukung pertambahan berat badan yang mungkin cukup berisiko bagi kesehatan,” ujar Dmitry Tumin, penulis utama penelitian dan doktor bidang sosiologi di Ohio State University, seperti dilansir medicalnewstoday, Selasa (23/8/2011).

Hasil penelitian Tumin dengan rekannya Zhenchao Qian, profesor sosiologi di Ohio State University telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Asosiasi Sosiologi Amerika di Los Angeles pada 22 Agustus 2011.

“Perempuan yang sudah menikah sering memiliki peran yang lebih besar di sekitar rumah daripada laki-laki, mereka memiliki sedikit waktu untuk berolahraga dan tetap bugar dibanding perempuan sama yang tidak menikah,” kata Qian.

Sementara itu di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa pria yang menikah mendapatkan manfaat kesehatan dari pernikahan dan mereka kehilangan manfaatnya begitu bercerai, hal itu dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Probabilitas kenaikan berat badan menjadi lebih jelas untuk pria dan wanita yang menikah atau bercerai setelah usia 30 tahun dan perubahan akan semakin terlihat nyata seiring orang bertambah tua.

“Ketika beranjak tua, Anda memiliki perubahan mendadak dalam hidup. Pernikahan atau perceraian adalah kejutan yang Anda anggap lebih besar daripada ketika Anda masih muda, dan benar-benar dapat mempengaruhi berat badan Anda,” ujar Tumin.

Dalam studi ini Tumin dan Qian menggunakan data dari 10.071 orang yang disurvei pada tahun 1986-2008. Partisipan akan diamati berat badannya dalam 2 tahun pernikahan atau perceraian. Survei yang dilakukan meliputi Body Mass Index (BMI) yang mengukur kesehatan umum dari perbandingan berat badan dengan tinggi badan secara relatif.

Faktor lain yang turut mempengaruhi berat badan juga diamati seperti kehamilan, kemiskinan, kondisi sosial ekonomi serta pendidikannya. Dan diketahui perempuan akan mengalami kenaikan berat badan setelah menikah, sedangkan laki-laki terjadi setelah perceraian.

Perempuan Jadi Gemuk Setelah Menikah

Perempuan Jadi Gemuk Setelah Menikah

Perempuan Jadi Gemuk Setelah Menikah, Pria Setelah Cerai