Kubutakan mataku agar tak bisa melihatmu
Kubakar ragaku, biar hanya panas yang kurasa
Kuhempaskan jiwaku ke dasar samudera
Terbenturlah aku dalam kerasnya karang
Seketika hilanglah indraku tentangmu..
Disaat gulita malam menutup mataku
Engkau kasihani aku lewat mimpiku
Engkau pertemukan aku seakan abadi
Begitu indah saat kulihat sunyumnya
Bertuturlah dia disampingku, damailah jiwaku
Sinar matanya yakinkan aku akan cinta
Hangat kurasakan bersamanya
Sungguh, seakan nyata bagiku..
Dikala ragaku tersadarkan oleh waktu
Mataku terbuka, mengalirkan duka
Hatiku teriris, dilema rindu dan luka
“Cukup sudah Tuhan, jangan kasihani aku seperti ini…”
