Categories
Uncategorized

Menjadi petani Modern di Era Digital bersama Mahasiswa KKN-PPM UNPAD 2020

Dilansir dari Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) ini terus berupaya untuk memberikan akses mudah para pelaku usaha di tengah wabah covid-19 dalam memasarkan hasil ternaknya. Salah satunya yaitu lewat kerja sama dengan perusahaan e-commerce PT. Tani Hub Indonesia. Melihat berita tersebut dan semakin maraknya kasus corona di Indonesia tak kunjung usai maka di anjurkan untuk semua kegiatan dilakukan di rumah (work from home) juga kegiatan Pelatihan Analisis Keuangan Usahatani untuk Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Kentang di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung yang memiliki tujuan untuk mengurangi dampak negatif para petani khususnya kelompok tani kentang agar income dan outcome nya tersusun dan tercatat keuangannya tetap stabil walaupun diadakan secara virtual.

 

Pencatatan usaha tani ini adalah kegiatan yang paling penting dan perlu dilakukan oleh para petani. Yang mempunyai tujuan utamanya yaitu untuk mengetahui jumlah penggunaan sarana produksi, tenaga kerja, besar atau tidaknya pengeluaran serta pendapatan usaha tani yang dikelola. Lalu terdapat manfaat dari usahatani ini, antara lain :

  • Untuk menjadi sumber hasil pendapatan dari kegiatan para petani.
  • Untuk evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh petani agar mengetahui gagal atau untungnya usaha tani tersebut.
  • Dan yang terakhir yaitu sebagai penilai kelayakan usahatani oleh bank.

Kegiatan KKN-PPM ini dilakukan secara virtual menggunakan platform Google meet dan Zoom yang mana mendorong kemajuan teknologi para petani dalam berkomunikasi. Selain dalam aspek komunikasi para kelompok tani pun diberi pemaparan mengenai analisis keuangan yang dilakukan menggunakan microsoft excel ataupun aplikasi siapik.

Terdapat beberapa topik bahasan dari kelompok KKN-PPM ini yang menambah pengetahuan Kelompok Mekar Tani Desa Cibeureum yang terdiri dari :

Pelatihan Pencatatan untuk materi Publikasi hasil pencatatan keuangan, yang memiliki tujuan agar kelompok tani memiliki keahlian dalam pemasaran secara online.

Lalu berikutnya yaitu Analisis Keuangan Pembuatan pupuk Kotoran Hewan yang dapat digunakan melalui aplikasi siapik dimana selain menambah income petani juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari sektor peternakan yang ada di desa. Selain itu dapat mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar keuntungan yang didapat untuk selanjutnya semakin bertambah.

Dan yang terakhir yaitu Pemanfaatan media online dalam pemasaran hasil tani dan mengakses pembiayaan para petani, pemanfaatan e-commercial melihat teknologi semakin maju dan untuk menguasai pasar maka penggunaan media online untuk usaha tani harus dapat memadai.

Secara garis besar bahwa sudah saatnya para petani di Indonesia harus sudah bisa mengikuti perkembangan zaman 4.0 ini agar tetap memiliki pendapatan yang stabil dengan memanfaatkan teknologi yang telah maju.

Referensi :
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4290721/kementan-dorong-pelaku-usaha-pasarkan-hasil-ternak-lewat-tani-hub
Jurnal Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Samarinda

Categories
Uncategorized

Hello world!

Selamat datang di Blog Universitas Padjadjaran. Ini adalah artikel pertama Anda.