Page 1
Standard

Heterodox in Economic Development Theories

Pada pertemuan kedua kuliah ekonomi pembangunan madya, kita telah mengenal berbagai konsep dan teori pembangunan yang ditinjau dari beberapa aspek yang esensial. Dimulai dari teori neoklasik yang diampu oleh Adam Smith dan mampu mengguncang dunia dengan Laissez-Fairez nya lalu dilanjutkan dengan terobosan oleh J.M. Keynes dengan konsep Demand-Side Economicsnya yang mampu membawa sebagian besar negara bangkit dari keterpurukan The Great Depression pada awal abad 19, dan sekarang teori ekonomi neoklasik sedang dibangkitkan kembali oleh kaum kapitalis. Tidak hanya perkembangan teori ekonomi yang mengalami pembaharuan tapi juga indikator kesejahteraan global juga terus berkembang. Goals of Development yang dirilis oleh UNDP berkembang sejak tahun 1950an. Mulai dari modal fisik sebagai acuan pertumbuhan ekonomi yang bisa meningkatkan kapasitas produksi yang berujung pada peningkatan Produk Domestk Bruto. Lalu berkembang menjadi modal manusia dan modal sosial yang turut dipertimbangkan. Beberapa aspek yang turut berkembang dalam perkembangan pembangunan ekonomi selain 2 hal diatas, yakni sebagai berikut :

  1. Akumulasi Modal
  2. Negara dan Pasar
  3. Intervensi Pemerintah
  4. Reformasi kebijakan

Berkembang lebih jauh lagi, teori ekonomi pembangunan merupakan wadah/media berinteraksi antara ekonom dengan para peneliti sosial yang berusaha untuk menganalisa fenomena dan isu yang terjadi secara kronologis dan ilmiah. Hal ini mengakibatkan perpecahan antara cendekiawan yang berbeda “keyakinan” dengan cendekiawan lainnya. Hal ini diindikasi dengan adanya beberapa mazhab ekonomi yang terpecah menjadi 3 aliran, Yakni : (1) Aliran Konservatif, (2) aliran radikal reformis, (3) aliran kritikus reformis. Para cendekiawan ekonomi saling mengkritik mazhab lain yang dianggap tidak sesuai dengan fakta empiris dan tidak relevan dengan permasalahan yang terjadi. Sebagai contoh : Kritik kaum radikal reformis terhadap teori pembangunan generasi terdahulu mengemukakan bahwa teori ekonomi pmbangunan dahulu tidak bisa mengakomodasi solusi permasalahan karena beberapa aspek, yakni : adanya kekakuan harga, lag, surplus dan kekurangan, elastisitas yang rendah dari permintaan dan penawaran, serta pesimisme pada ekspor negara-negara berkembang yang lebih difokuskan pada sektor primer.

Adapun juga para ekonom dewasa ini juga mengkritik teori pembangunan terdahulu, poin pentingnya yakni sebagai berikut : Kurangnya konten empirik dari model ataupun saran-saran yang diberikan terkat dengan peningkatan pembangunan (Krugman, 1993), proses pembangunan yang hanya mementingkan modal fisik saja dan mengabaikan entingnya modal manusia dan peningkatan pada faktor produksi lain seperti teknologi, dll. dan adanya Government Failure.

Heterodoksi teori ekonomi pembangunan dimulai dengan pertentangan antara kaum strukturalis dengan kaum konservatif neo-klasik. Pada tahun 1950-1970an, PBB membentuk ECLA ( Economic Development of Latin America) yang bertujuan sebagai lembaga advokasi ekonomi regional dalam memajukan perekonomian amerika selatan. Banyak ahli ekonomi amerika selatan bahwa, perkembangan ekonomi itu adalah hal relatif yang pertumbuhannya terikat pada struktur manusia, budaya, politik, hukum, dan sosial. Raul Prebisch adalah ekonom latin amerika yang terkenal pada masanya. Ia lulus program master ilmu ekonomi pada Universitas Buenos Aires. Prebisch memfokuskan studnya pada mazhb neoklasik, dimana Prebisch dalam studi empiriknya menemukan bahwa terdapat keunggulan komparatif antara argentina dengan beberapa negara tetangga dalam melakukan ekspor – impor. Hal ini membuat ia menjadi seorang “Ricardian”, yakni seseorang yang menganut mazhab klasik yang berkiblat pada Teori keunggulan komparatif oleh david ricardo. Ia menolak sbagian besar ide adam smith dalam perdagangan internasional dengan pendekatan Keunggulan mutlak. Karena setiap negara tidak hanya punya spesialisasi dalam produk terttentu, namun negara juga harus efisien dalam membeli/impor dan memproduksi serta mengekspor produk lokalnya keluar negeri. Sebagai contoh, Produksi beras argentina pada akhir 1950 sangat kecil. Jika ingin berswasembada, penggunaan lahan yang masih belum efisien akan mengakibatkan harga beras akan melambung tinggi. Maka dari itu beras harus diimpor dari negara lain karena ada keunggulan komparatif yang dimiliki negara lain dan argentina dan bisa terus berdagang secara mutualisme.

Di Tahun 1949, Prebisch mendapat rekomendasi untuk bergabung dengan ECLA atas izin dari sekjen PBB. Dalam laporan yang berjudul Relative Prices of Eports and Imports of Underdeveloped Countries, dimana terdapat kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang dalam mendapatkan keuntungan dari perdagangan internasional. Prebisch mengusulkan impor substitusi untuk menanggulangi masalah tersebut. Adapun penyebab kegagalan ECLA dalam mengatasi perdagangan internasional, yakni sebagai berikut :

  1. Kegagalan diversifikasi ekspor dan dalam melanjutkan keberlangsungan roduksi bahan mentah untuk ekspor produk pertanian
  2. Peningkatan utang luar negeri
  3. Sektor pertanian domestik yang lemah, terlalu banyak impor sehingga devisa menipis
  4. Banyak sektor publik yang dikuasai asing.

Adapun selain Prebisch, Ekonom bernama Hanz Singer (1911-2006) berkebangsaan jerman mnerima gelar doktor dari universitas Cambridge di tahun 19336. Ia adalah seorang Keynesian dan salah satu dari tiga ekonom yang membentuk departemen kebijakan ekonomi di PBB. Singer dikenal luas dalam publikasinya yang memfokuskan pada kritik terhadap neo-klasik. Hipotesis dan kritiknya dikenal sebagai Prebisch-Singer(P-S) Hipotesis.

Hipotesis Prebisch-Singer menganalisis hubungan antara negara pada kondisi yang tidak seimbang antara embangunan yang menggunakan pendekatan spasial antara negara core dengan perihery. Menurut mereka, negara maju(core) lebih cenderung mendapatkan keuntungan dari perdagangan internasonal dibandingkan dengan negara penunjang (periphery). Mereka berdua mngritik studi empirik David Ricardo yang secara jelas mngatakan bahwa tidak akan mungkin salah satu phak dirugikan dalam perdagangan internasional jika menganut teori keunggulan komparatif. Hal ini dikarenakan, tiap negara periphery tidak bisa melakukan spesialisasi produksi dengan baik. Jadi komoditas yang akan diekspor tidak efisien dan optimal keuntungannya. Tingkat teknologi juga berpengaruh, negara core memiliki tingkat teknologi yang mutakhir yang dapat mengurangi labor cost secara signifikan. Dan juga teknologi yang diaplikasikan oleh negara periphery adalah produk dari negara core. Maka dari itu, akan ada Economics cost yang harus dibayar oleh negara periphery. Jika dbandingkan dengan negara periphery, banyak yang masih bersifat “padat karya”. Hal ini diperparah dengan kondisi sosial politik yang kadang-kadang bergejolak dan tidak pasti memperparah iklim investas menjadi tidak kondusif. Pada akhirnya biaya peluang pada negara periphery akan semakin membesar dan akan terus memperburuk kondisi perekonomian apabila mereka tidak memperbaiki struktur perekonomian sepert apa yang telah dijelas kan pada P-S Hypothesis. Menurut Singer, fenomena ini terjadi akbat konsekuensi dari revolusi industri yang terus bergerak secara dinamis. Disatu sisi, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan taraf kesejahteraan meningkat, namun disisi yang lain akan timbul kesenjangan yang terus memburuk antara negara maju dan negara berkembang apabila tidak dapat menghadapi tantangan global.

Instituionalist Believe that the institutions of an economy, that is, the forms of production , ownership, work processes, and ideologies which combine to create an economy and society, ar the roper subject for economic analysis”

-Gunmar Mydal, Nobel of Economics Winner at 1972

Disatu sisi, ada mazhab ekonom lain yang bernama “Institusionalis” yang mengedepankan pentingnya ekonomi sebagai suatu institusi yang didalamnya terdapat produksi, kepemilikan, ideologi, dan kerja sama yang dapat menghasilkan kesejahteraan bersama. Hal tersebut senada diungkapka oleh Claren Ayres (189-1970) seorang ekonom berkebangsaan amerika yang mendapatkan gelar doktor ekonomi di tahun 1930 di Universitas Texas. Ia mencetuskan teori pembangunan ekonomi dengan dua pilar penting, yakni : teknologi dan akumulasi modal manusia.

Teknologi menurut Ayres, adalah hal yang sangat penting dan besar dalam kontribusinya dalam pembagunan ekonomi. Segala sesuatu penemuan yang berguna bagi kemajuan kehidupan umat manusia adalah hakikat dari teknologi. Dan Ekonomi itu juga manifestasi teknologi dari pemikiran manusia.

Ceremonialism atau struktur sosial, politik, budaya manusia juga berperan penting. Manusia sebagai organisme yang hidup ditengah permasalahan global saat ini tidak mungkin terlepas dari ideologi / pandangan hidup tentang negara, budaya yang melekat dengan dimana ia tinggal, sekolah, dan bekerja, serta lingkungan sosial yang melekat padanya dalam konteks ras, agama, dll.

Mydal dan Ayres sama-sama menentang neo-klasik yang berasumsi bahwa mekanisme pasar dapat memperbaiki kondisi perekonomian. Adapun poin penting yang mendukung argumentasi mereka, yakni sebagai berikut :

  1. Teori dan studi empirik perdagangan internasional dinilai bias terhadap kondisi kesejahteraan negara miskin, khususnya pada aspek faktor harga, upah, dan spesialisasi produk
  2. Indikator Pembangunan ekonomi yang kurang relevan jika ditinjau dari kondisi perekonomian dan kehidupan bernegara saat ini .

Dependency Anaysis is became extremely fashionable, particularly in Latin Amerka, and later in Africa in the late 1960s.”

Analisis dependensi yang diungkapkan salah satu ekonomi PBB mengungkapka bahwa sebenarnya kemajuan ekonomi negara negara berkembang bukanlah bagian dari tujuan dari perdagangan internasional, melainkan hanya sebagai budak kapitalis dari negara maju. Beberapa faktor yang dapat merelevansikan opini tersebut yakni sebagai berikut :

Karena : 1.) mendominasi segmen komoditi ekspor yang bisa meningkatkan GDP secara signifikan

2.) Tingkat teknologi yang tinggi

3.) Pengelolaan sumber daya alam tidak dieksploitasi oleh pihak asing atau swasta yang liberal

4.) Kemajuan taraf berpikir masyarakat ke arah yang lebih dewasa dan ilmiah

Adapun ekonom inggris bernama Paul Baran mengungkapkan setidaknya ada 3 solusi untuk mengatasi masalah ini, yakni : National Capital, Foreign Captal, and Economic Surplus. Ia ingin mewujudkan 3 hal tersebut dengan prinsip ekonom klask Marxis (sosialis). Ia berpendapat bahwa tidak ada The World is Not Enough seperti Film James Bond. Dimana hanya segelintir negara dan pihak saja yang sanggup survive dari rimba ekonomi saat ini yang lain hanya akan menjadi penonton dan bahkan mati sia-sia karena tidak bisa bersaing.

Becoming developed requires the right decisions and the proper policies; it does not just happen to all contries from heaven, just as a consequence of the spread of capitalism”

Pada akhirnya, siapa yang kuat dia-ah yang berkuasa dimana negara kapitalis mampu menguasai perekonomian negara lemah dan mampu mengeksploitasi sumber daya alam untuk kesenangan pribadi dan golongan. Saran Ekonom yang mempertentangkan teori (Heterodoks) intinya adalah dunia harus mewujudkan pembangunan ekonomi yang memiliki indikator multidimensional dan tidak hanya mengacu pada fisik saja.

<EMBED =SRC”http://blogs.unpad.ac.id/baghasbudi/files/2019/08/12.-Love-Blu-Swing-Remix-Bottom-Line-Ver-00_03_44-00_00_00-00_00_471.mp3

Standard

At Glance

In this Sunday, I decide to do nothing at all. Nothing necessary. I woke up at 8 AM. And I realize I forgot to pray subuh Kind of bad habit and must get rid of it. At 8 AM, I woke p and checked out my mailbox on internet. In case, my lecturer give me another assignment on mail just ike past weeks ago. But, fortunately, I found nothing in my mailbox. So, I decide to wrapped up the unnecessary things in order to keep my room clean. Start with broom the dust, put the crap like garbage, useless paper, and many things to trashbag in front of my dormitory. Tht’s kinda good. Remind me in my bad habit. I must change to be better person. Suddenly, my friend from 1st year college has been called me. He wondering if he can stay until tomorrow in my room because he must face CPNS Computer Based Test in El-dorado Hotel, Lembang. I agree my friend request. So, I’ve been waiting for like 4 hours for his departure. And we meet at 1 PM. He told me he has been great desperate, His motorcycle has been stolen couple days ago and it make him sad. I feel sorry for him and I just can wish he found another rizqi from Alah Swt. After we have little talk in front of my room. We take a little walk down to Sersan bajuri to have meal. But in Sersan bajuri we found nothing delicious. So, we go through UPI Campus and found a cheap, best effort food court called “KEDAI UTAMA”. The food is served in common ways. But the things that make its special because the rice is best affordable to Student. So I ordered fried rice with mineral water. And he ordered Chicken katsu with extra rice and of course, mineral watter too.

We spent one and half hour to finish our dinner and have little talk about many things we did when we used to be.Just for information, my friend decide to stay athis junior dormitory and it is located in sersan surip, ledeng.

The rest of the story will be told on next week. I Hope you like this story. If you don’t. Well, you can delete ths document and swear to critics my work. See you, Goodbye

Sincerely,

Baghas Budi W.