indahnya pertanian

AGRIBISNIS KENTANG

Kentang atau kumeli merupakan tanaman sayuran yang sangat penting bagi petani dataran tinggi atau daerah pegunungan. Selain mendatangkan penghasilan yang lebih baik dari jenis sayuran lain, hasil panen kentang bisa disimpan lebih lama hingga harga jualnya meningkat.

Namun, apakah hanya petani di dataran tinggi saja yang bisa menanam kentang? Tidak juga. Kentang pun bisa dikembangkan di dataran rendah. Yang termasuk lahan dataran rendah adalah hamparan lahan yang elevensinya kurang dari 700 m dpl.

Sebenarnya, kentang termasuk jenis tanaman subtropik yang hanya dapat dibudidayakan di dataran tinggi, yakni di atas 100 m dpl dengan suhu 18–220 C. Namun, lahan dataran tinggi sangat terbatas, sehingga areal pengembangan agribisnis kentang seolah-olah menetap dan periode rotasi tanaman menjadi sangat pendek. Hal ini mengakibatkan terjadinya penumpukan hama penyakit yang sulit diatasi.

Dengan alasan itu, timbul gagasan untuk mengembangkan luas areal pertanaman ke dataran rendah yang memenuhi persyaratan tumbuh tanaman kentang. Dari beberapa tahun percobaan di berbagai lokasi dataran rendah, ternyata kentang mampu berumbi normal. Varietas kentang yang toleran terhadap suhu panas dan dapat dikembangkan di dataran rendah adalah cipanas, DTO-28, LT-1, cosima, dan DTO-33.

Lahan dataran rendah tersebut harus memenuhi beberapa syarat agar bisa ditanami kentang. Syaratnya adalah:

  • Jenis tanah latosol atau alluvial
  • Suhu malam hari 20-27oC
  • Terdapat angin sepoi-sepoi yang menjadikan lingkungan menjadi dingin dan sejuk
  • Tersedia air pengairan yang cukup, tetapi tidak kebanjiran
  • Bukan bekas tanaman Solanaceae atau tanaman pisang

Budi daya kentang di lahan dataran rendah ini ditulis Drs. H. Hendro Sunarjono dalam buku Petunjuk Praktis Budi Daya Kentang yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka. Melalui buku tersebut, Hendro juga membahas berbagai hal yang berkaitan dengan budi daya kentang ini. Mulai dari teknik perbanyakan bibit, perbaikan varietas, teknik bertanam kentang, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan, serta analisis usaha tani kentang.

Produk Olahan Kentang

Kentang, selain dikonsumsi dalam keadaan segar, dewasa ini tidak sedikit diolah menjadi berbagai hasil industri makanan jadi atau setengah jadi. Pemasaran kentang umumnya dilakukan secara tradisional dengan rantai pemasaran cukup panjang.Misalnya, dari petani ke borongan kecil di desa lalu ke pedagang borongan besar di kota besar atau antar daerah lalu ke pedagang pengecer besar atau kecil, dan selanjutnya ke konsumen. Pemanfaatan kentang antara lain adalah kentang rebus, kentang kukus, kroket kentang, soup kentang, pergedel kentang, chip kentang, dan pati kentang.

Kentang (Solanum tuberosum L.) berasal dari negara beriklim dingin (Belanda, Jerman). Tanaman kentang sudah dikenal di Indonesia sejak sebelum perang dunia II yang disebut Eugenheimer. Kentang ini merupakan hasil seleksi di Negeri Belanda pada tahun 1890, berkulit umbi kekuning-kuningan, berdaging kuning, dan rasanya enak. Kelemahan dari kentang ini adalah peka terhadap penyakit busuk daun, virus Y dan A, dan peka terhadap penyakit layu.
Meskipun kentang bukan bahan makanan pokok bagi rakyat Indonesia, tetapi konsumennya cenderung meningkat dari tahun ke tahun karena jumlah produk makin bertambah, taraf hidup masyarakat meningkat, dan wisatawan asing yang tinggal di Indonesia meningkat.
Sebagai bahan makanan, kentang banyak mengandung karbohidrat, sumber mineral (fosfor, besi, dan kalium), mengandung vitamin B, vitamin C dan sedikit vitamin A.

Pembangunan pabrik atau industri pengolahan hasil pertanian menyebabkan permintaan kentang untuk bahan olahan industri makin meningkat dari tahun ke tahun. Data dari BPS menunjukkan peningkatan permintaan kentang untuk bahan olahan industri dari 17,245 ton pada tahun 1990 menjadi177,828 ton pada tahun 1993. Peningkatan konsumen kentang segar meningkat pesat pada tahun 1993.
Daerah-daerah sentra kentang di Indonesia adalah Propinsi Jawa Barat (Kabupaten Bandung, Garut, Majalengka, Kuningan, dan Cianjur), Jawa Tengah ,Jawa Timur Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sebagian daerah Aceh, Bengkulu, Lampung, bali, Sulut, NTT dan Irian Jaya.
Produktivitas kentang di Indonesia masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan produktivitas kentang di negara-negara maju.
Rendahnya produktivitas kentang di Indonesia disebabkan oleh:
-Rendahnya mutu benih yang digunakan oleh petani ;
-Pengetahuan kultul teknis kentang masih kurang;
-Menanam kentang secara terus-menerus;
-Kehilangan hasil akibat serangan hama dan penyakit;
-Umur panen yang kurang tepat;
-Penyimpanan yang kurang baik;
-Permodalan petani yang terbatas.
Lahan yang setiap musim ditanami petani kentang menyebabkan degradasi tanah dan tingkat pencemaran penyakit cukup tinggi. Salah satu cara untuk mengembalikan lahan yang memungkinkan peningkatan produktivitas kentangadalah diistirahatkan atau diritasi dengan tanaman yang bukan keluarga Solanacceae.
Cara lain untuk meningkatkan produktivitas kentang adalah menggunakan benih kentang yang bebas penyakit melalui teknologi tinggi.


Cara Pembuatan Keripik Kentang


vAlat dan Bahan yang digunakan

oUmbi kentang
oPisau
oair kapur (CaCl2 dan larutan Na2S2O5) masing-masing 0,15%
oNGDA, BHA, BHT
ominyak goreng
ogaram
oMonosodium glutame atau vetsin.

vCara Membuat Keripik Kentang

1.Umbi kentang dipilih yang mutunya baik dari varietas yang banyak digemari
2.Umbi kentang yang telah dipilih dikupas dan dicuci bersih
3.Umbi kentang yang telah dikupas diiris tipis-tipis kemudian direndam dengan air kapur. Penggunaan larutan CaCl2 dan larutan Na2S2O5 masing-masing 0,15%, baik sebagai air blanching maupun sebagai air perendam irisan kentang sebelum digoreng dapat memperbaiki warna atau mencegah terjadinya pencoklatan.
4.Untuk menghambat terjadinya ketengikan dapat diberi NDGA, BHA, BHT dan lain sebagainya
5.Untuk menambah sedapnya keripik kentang, segera setelah digoreng, keripik tersebut ditaburi garam (100 Kg keripik ditaburkan garam sebanyak 1,5 Kg -2 Kg) dan monosodium glutamate atau vetsin.


Cara Membuat Perkedel Kentang

vAlat dan Bahan yang digunakan

oUmbi kentang
oPisau
oGilingan
ominyak goreng
ogaram
oPutih Telur

vCara Membuat Chip Kentang

1.Umbi kentang dipilih yang mutunya baik
2.Umbi kentang dibersihkan lalu direbus
3.Setelah dikupas, umbi kentang ditumbuk dan dicampur dengan garam atau penyedap rasa lainnya
4.Ditambahkan daun soup untuk aroma dan dibentuk bulat gepeng atau sesuai keinginan
5.Sebelum digoreng dicelupkan kedalam putih telur sesaat.
6.Digoreng sampai matang.

sumber :

http://www.infoagrobisnis.com/2009/06/pengolahan-kentang-menjadi-makanan.html

Leave a Reply

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create