Author's Posts

Menulis itu pekerjaan yang gampang-gampang susah. Untuk beberapa orang yang berkecimpung di dunia pekerjaan baik kantor, bisnis, lapangan dan apalagi pendidikan, menulis bisa jadi dilakukan setiap hari dan bahkan disukai. Namun untuk sebagian lagi menulis telah menjadi pekerjaan yang membosankan, menakutkan dan menyulitkan. Kenapa? karena menulis telah masuk menjadi bagian karakter seseorang. Seolah- olah menulis itu bisa dilakukan jika disebut hobi, dan jika tidak hobi berarti menulis menjadi sesuatu yang dianggap tidak penting.

Lalu apakah mungkin orang yang tidak hobi dapat tetap melakukan pekerjaan menulis? ya, tergantung apa yang harus ditulis. Menulis Hasil rapat atau Minute of Meeting (MOM)? mungkin bisa, apa lagi seseorang yang tugasnya sebagai sekertaris. Tapi bagai mana jika harus menulis laporan?, apakah bisa? ya bisa saja selama sudah ada format atau contoh laporan sebelumnya. Laporan yang sudah ada kita edit tanggal, isi beberapa data-data tabulasi sesuai laporan terkini, sudah jadi. Apakah laporannya bisa diterima? bisa jadi diterima jika atasannya gak pernah membaca “bla..bla..bla-nya”. Tapi bisa saja malah dimarahi dan langsung menilai yang membuat sama sekali tidak mempunyai kemampuan membuat laporan. Menulis yang benar ternyata memang menjadi susah jika kita tidak menyukai atau jika kita tidak biasa dengan kaidah yang benar.

Tulisan kali ini penulis ingin membagi pengalaman menulis yang dialami penulis sendiri. Meskipun suka menulis tapi apa yang harus ditulis bisa jadi penghambat terutama jika harus menulis sesuatu yang bukan bidangnya. Nah.. berdasarkan pengalaman tersebut penulis coba mengajak anda yang tidak suka menulis, tidak terbiasa menulis, dan sangat takut menulis untuk mengikuti strategi menulis dengan beberapa tips dan triknya agar bisa diterima. Pastinya menulis dengan mengikuti kaidah Akademis dan menurut kaca mata Saya sebagai praktisi Teknologi Informasi.

Continue reading Membiasakan menulis berdasarkan kaidah Akademis (bagian 1) : Kenapa saya suka menulis?

Read more

Setelah kita bahas peran Big Data di beberapa bidang termasuk bisnis, barulah sampai ke bidang sesuai judulnya. Kenapa harus dijelaskan dulu peran Big Data di bidang lain terlebih dahulu?. Ini dimaksudkan agar pembaca mendapatkan perbandingan dan gambaran secara keseluruhan dan baru bisa bersama- sama ikut melihat dan mungkin memberi masukan terhadap tulisan ini. Akan lebih banyak gagasan yang bisa masuk khususnya untuk perguruan tinggi ini. Continue reading Big Data Di Perguruan Tinggi (Bagian 6)

Read more

Di bagian sebelumnya sudah ditulis untuk mempelajari dasar-dasar mengenai apa itu big data, mulai dari pengertian, jenis data, teknologi pendukungnya baik software maupun framework yang digunakan. Lalu bagaimana implementasinya saat ini. Implementasi Big data saat ini sudah berjalan di  perusahaan besar dunia. Berdasarkan studi yang dikumpulkan oleh EMC dan IDC , sebanyak 2837 exabyte (triliun gigabyte) data yang telah tercipta di dunia digital ini dan akan terus berkembang hingga 40.000 exabyte hingga akhir 2020 (dezyre.com).  Implementasinya seperti apa? mari kita pelajari beberapa contoh implementasi yang telah berjalan dibeberapa perusahaan dunia.

Continue reading Big Data di Perguruan Tinggi (Bagian 5)

Read more

Tanpa disadari informasi telah menjadi bagian penting bagi perusahaan- perusahaan besar. Tidak hanya bagi perusahaan, informasi telah menjadi senjata bagi negara-negara berkembang dan maju agar mampu bertahan dan berkuasa dalam persaingan global antar negara. Salah satu sumber informasi terbesar yang ada saat ini adalah informasi yang berlalu lalang di dunia maya. Berbagai macam berita yang disajikan oleh media-media informasi dalam bentuk teks, gambar, suara dan video dapat diakses dengan mudah. Dengan besarnya informasi yang ada berbagai pihak berlomba-lomba mendulang informasi tersebut agar dapat diolah menjadi  informasi yang jauh lebih bermanfaat dan penting untuk kebutuhan bisnis atau kepentingan perusahaan. Jika menunggu data-data tidak terstruktur harus diolah menjadi tersetruktur secara manual, itu adalah kerugian bagi perusahaan. Big data tidak sekedar hadir memberikan solusi secara sepihak. Namun bersamaan dengan munculnya penemuan-penemuan penelitian bagaimana caranya mengolah data tak terstruktur tersebut secara lebih cepat dan akurat agar menghasilkan informasi yang jauh lebih bermanfaat. Continue reading Big Data di Perguruan Tinggi (Bagian 4)

Read more

Perangkat lunak yang handal akan selalu berdampingan dengan dukungan infrastruktur yang handal. Betapa besarnya yang ada saat ini baik data tak terstruktur maupun data yang tidak terstruktur tidak hanya sebatas ukuran kapasitas media penyimpanan yang perlu jadi pertimbangan. Tentunya ada strategi dalam menyusun mekanisme bagaimana data yang begitu banyak tersebut dapat dikelola oleh perangkat komputasi yang hebat. Perangkat keras yang hebat meliputi kecepatan processornya, arsitektur jaringan, dan sebagainya- dan sebagainya.  Continue reading Big Data di Perguruan Tinggi (Bagian 3)

Read more

Masih bingung dengan big data? jujur saja saya sendiri hingga membaca beberapa referensi baik googling maupun “textbooking”. Masih juga bingung. Perlu diberi contoh yang lebih konkrit. Jadi teringat dulu sekitar tahun 2000an bersamaan dengan perusahaan-perusahaan IT besar di indonesia mulai berguguran (yang mampu bertahan saya lihat hanya detik.com saat itu) . Saya menemukan konsep baru format data berbasis web. XML butuh beberapa tahun bagi saya untuk mengerti apa itu XML, ya salah satunya harus mempraktekan penggunaannya jadi langsung mengerti. Sama halnya dengan big data, saya harus sedikit mencoba lebih mendalami bagaimana cara mempraktekannya. Continue reading Big Data di Perguruan Tinggi (Bagian 2)

Read more

Sudah sekitar 5 (lima) tahunan (perkiraan kasar saya) istilah Big Data ramai diperbincangkan di dunia TI khususnya di kalangan praktisi Sistem manajemen database. Tergelitik saya untuk membuat penelitian soal big data ini. Sebelum masuk ke dalam big data, saya sendiri awalnya belum mengetahui apa sebenarnya big data. Ya kalo diterjemahkan langsung artinya Data besar. Definisinya apa, kenapa bisa muncul, siapa yang harus mulai berfikir mengarah ke situ, kapan dan dimana itu big data ditempatkan dan diimplementasikan?.  Nah saya ingin mencoba melihatnya dari kacamata saya sebagai seorang staf TI di perguruan tinggi (unpad). Seberapa pentingkah Big data ini bisa diterapkan di unpad? apakah sudah saatnya kita beralih atau berpindah mengarah big data? dan apa kira-kira strategi sekarang bagi perguruan tinggi dalam menghadapi revolusi besar terhadap data? (entah apakah big data sebagai bagian dari revolusi data atau bukan). Continue reading Big data di Perguruan Tinggi (bagian 1)

Read more

me2

Satu tahun tangan ini terlihat terikat bersama beban. Bukan karena gersangnya tanah imaji tanpa para pemimpi. Namun karena diri ingin melepas dari kekang tabung mimpi. Realita menempatkan jiwa pada tempat yang tidak sepatutnya kaki berpijak. Tapi jalanku memang berada ditempat salah, meskipun mereka menganggap diri yang layak tuk di “korbankan” entahlah kata-kata itu terbaca “kuburan”.


Tulisan besarnya adalah dua buah buku. Namun hingga satu putaran bumi terhadap mentari tetap saja tangan ini masih terikat. 2016 lebih baik realistis, kulanjutkan jari-jari tangan ini melukiskan mimpi yang lebih realistis berbumbu mistis. Maaf saya belum dapat membuktikan bahwa mimpi akan menjadi nyata. Lebih baik bangun dipagi hari tuk rasakan sejuknya berkah Ilahi.

Nikmati senyuman tercinta dan buah hati.. menyapa rekan, sahabat karib dan menengok para orang tua kami.

Ijinkan tuk melanjutkan perjuangan jari sang penyambung suara hati, jiwa dan logika.

januari 2016.

Read more

November 21,  07:05 , semangat pagi ini sedikit berbeda, rasa malas yang biasa masuk  ke dalam otak untuk berangkat kerja dengan dimanjakan naik angkutan umum travel sedikit diabaikan. Hari ini ada sedikit semangat memaksakan motor matic digeber hingga jatinangor. Tidak ada undangan rapat atau instruksi pimpinan agar saya cepat-cepat berangkat lebih awal menuju tempat kerja. Yang membuat semangat ini menggebu adalah adanya acara Kuliah umum yang diadakan fakultas MIPA, Informatics/Computer Science General Lecture : Learning Process Through Game & Play . Sebenarnya saya bukanlah peserta kuliah, mahasiswa ataupun orang yang mendapatkan undangan resmi. Acara ini saya ketahui berawal dari sebuah email yang dikirim ke sebuah milis pimpinan, dan kebetulan saya termasuk anggota milis tersebut. Yang menjadi lebih menarik adalah nara sumber yang menjadi dosen tamunya , Prof. Scot Osterweil , Createive Director of The education Arcade and Research director in MIT Comparative media studies / Writing Program USA dan Eko Nugroho, M.Sc, Serious Game Asia dan Juga Dosen Statistika di Unpad. Karena merasa bukanlah tamu yang tidak diundang, saya coba hampiri salah satu dosen yang ikut menjadi panitia acara, Pak Setiawan Hadi, Alhamdulillah beliau mengajak saya dan rekan-rekan IT di rektorat bergabung. Continue reading Life, games, Its human.. (The Next Chapter of Captology)

Read more

Masih teringat semasa saya  kuliah sekitar tahun 1995-1996, pertama kali belajar membuat web dengan HTML, kemudian dipeajari bagaimana membuat web dinamis dengan CGI dan Perl, kemudian muncul pemrograman ISAPI, NSAPI dan sejenisnya, hingga terus berkembang dimana membuat website yang dinamis lebih mudah dengan banyaknya Aplikasi gratis yang telah menyediakan fasilitas membuat isi website dengan berbagai bentuk seperti berita, agenda, forum, foto dan lain-lain menjadi jauh lebih mudah, cepat dan indah. Istilah CMS mulai banyak digunakan sebagai aplikasi yang memang diperuntukan untuk mengelola isi website yang praktis. Continue reading Teknis Pemanfaatan CMS untuk Website di Lingkungan Unpad

Read more