Membiasakan menulis berdasarkan kaidah akademis (bagian 5) : Apa yang harus saya tulis?

Semangat memulai untuk menulis? oke saya coba!. Tapi saya masih bingung apa yang harus saya tulis?, saya suka menulis status di media sosial, saya suka membagikan tautan dari status atau situs web yang menurut saya menarik. Tapi saya merasa saya masih bingung dengan apa yang sudah saya tulis tersebut akan menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat apa lagi ditulis dengan kaidah akademis atau ilmiah. Mungkin begitulah kira- kira pertanyaan selanjutnya yang akan muncul: Apa yang harus saya tulis?.

Kali ini kita coba masuk lebih dalam lagi agar frekwensi menulis kita terus bertambah atau setidaknya konsisten. Namun penulis meminta sebelum melanjutkan membaca tulisan ini, sebaiknya anda baca tulisan-tulisan sebelumnya mulai dari bagian satu hingga empat. Kenapa? sebab tulisan berikut ini akan jauh lebih difahami jika tulisan sebelumnya difahami.

Ada banyak hal yang dapat anda tulis tergantung beberapa hal yang dapat mempengaruhi diri anda sendiri. Di sini kita coba batasi bahwa yang akan kita tulis pastinya tulisan non fiksi yaitu tulisan- tulisan yang berisi informasi tentang penjelasan sesutu hal yang nyata, kejadian atau fakta yang benar- benar terjadi, bukan cerita imajinasi atau karangan yang sengaja dibuat membuat alur cerita baru sesuai harapan si penulis.

Alasan harus menulis

Setidaknya ada 3 (tiga) alasan kenapa seseorang dituntut harus menulis :

  1. Mendapatkan tugas, dari guru,dosen, atasan.
  2. Tuntutan untuk mendapatkan penilaian lebih baik (reward) seperti karir tertentu, atau memang karena pekerjaan.
  3. Suka atau hobby.

Ke tiga alasan tersebut merupakan alasan yang logis dan wajar muncul di sekitar kita. Untuk alasan yang terakhir yaitu hobby, adalah alasan yang bisa membantu alasan ke satu dan ke dua menjadi lebih mudah. Namun alasan karena hobby tidak mungkin dimiliki oleh semua orang yang dituntut untuk menulis. Setidaknya awal gagasan atau ide menulis sudah lebih jelas jika memang sudah ditentukan oleh tuntutan.

Ruang lingkup aktifitas

Berdasarkan pengalaman penulis, kita dapat mengelompokan bahan penulisan mulai dari ruang lingkup aktifitas kita (domain) : Sekolah/kuliah, Pekerjaan, Lingkungan sekitar (sekitar rumah, kota tempat kita tinggal, negara kita, dunia), Hobi atau hal-hal yang kita sukai, agama, dan lain sebagainya.

Dengan ruang lingkup yang kita hadapi akan muncul banyak hal kejadian atau fakta yang muncul yang memungkinkan untuk kita tulis. Sebagai contoh di tempat anda sekolah atau kuliah, seorang guru atau dosen menjelaskan materi yang menjadi pengetahuan baru bagi anda. Di pekerjaan anda mencoba menuliskan langkah-langkah pekerjaan yang menjadi tanggung jawab anda. Di lingkungan rumah, anda menuliskan kondisi keamanan, kebersihan dan kesehatan lingkungannya.

Kondisi yang memunculkan ide

Ada kalanya gagasan atau ide tentang suatu hal yang muncul dikarenakan oleh keterdesakan suatu kondisi dapat menjadi bahan awal tentang apa yang akan ditulis. Adapun kondisi yang memunculkan ide di antaranya adalah :

  1. Adanya kejadian yang mengganggu proses aktifitas kita. Misalnya di lingkungan pekerjaan dengan banyaknya sampah kertas yang menumpuk.
  2. Adanya kebutuhan baru dari diri sendiri atau orang lain di ruang lingkup aktifitas. Misalnya di lingkungan tempat tinggal kita banyaknya ibu rumah tangga yang membutuhkan pekerjaan sampingan.
  3. Adanya penemuan baru berupa ide dan cara menyelesaikan sesuatu. Misalnya membuat kerajinan tangan baru dari limbah kertas.

Contoh kondisi yang dijelaskan di atas sebenarnya kondisi yang secara tidak sadar merupakan permasalahan, kondisi lapangan dan solusi yang dapat dijadikan bahan penulisan secara terpisah atau digabung menjadi satu bahan penulisan.

Inti dari kondisi sebenarnya adalah permasalahan. Tentunya kita sebagai manusia tidak pernah luput dari permasalahan hidup. Jadi patut bersyukurlah jika kita masih menghadapi permasalahan, karena datangnya masalah tersebut bisa jadi ide bagi kita untuk dijadikan bahan menulis.

Jenis Tulisan

Menulis tidak hanya harus menjadi buku, ada banyak yang bisa kita buatkan sehingga menjadi sebuah tulisan.

  1. Menulis panduan, panduan proses kerja, panduan penggunaan alat, panduan penggunaan perangkat lunak.
  2. Menulis laporan kegiatan, termasuk notulensi pertemuan atau rapat.
  3. Menulis laporan evaluasi kegiatan
  4. Menulis proposal
  5. Menulis Naskah akademik, karya ilmiah

Jenis-jenis tulisan tersebut khususnya di pekerjaan sangat mudah ditemui.

Masih bingung dengan apa yang harus ditulis?

Bersambung….

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*