Big data di Perguruan Tinggi (bagian 1)

Sudah sekitar 5 (lima) tahunan (perkiraan kasar saya) istilah Big Data ramai diperbincangkan di dunia TI khususnya di kalangan praktisi Sistem manajemen database. Tergelitik saya untuk membuat penelitian soal big data ini. Sebelum masuk ke dalam big data, saya sendiri awalnya belum mengetahui apa sebenarnya big data. Ya kalo diterjemahkan langsung artinya Data besar. Definisinya apa, kenapa bisa muncul, siapa yang harus mulai berfikir mengarah ke situ, kapan dan dimana itu big data ditempatkan dan diimplementasikan?.  Nah saya ingin mencoba melihatnya dari kacamata saya sebagai seorang staf TI di perguruan tinggi (unpad). Seberapa pentingkah Big data ini bisa diterapkan di unpad? apakah sudah saatnya kita beralih atau berpindah mengarah big data? dan apa kira-kira strategi sekarang bagi perguruan tinggi dalam menghadapi revolusi besar terhadap data? (entah apakah big data sebagai bagian dari revolusi data atau bukan).

Big Data, binatang apakah itu ?

Masih teringat memori yang ada di dalam benak pikiran, mundur beberapa tahun sebelumnya. Tepatnya sekitar tahun 1991, saya masih duduk di bangku smp. Bapak saya pernah membawa sebuah benda berbentuk kotak ukurannya lebih kecil dari buku tulis a5, dengan lubang sebesar bola mata di tengahnya. Disitu ada mereknya “Verbatim”, floppy disk 512kb. Bapak saya menyebutnya dengan disket. Semacam kaset yang isinya data. Ah masih belum mengerti saya. Sempat lihat-lihat ada buku modul pelatihan kursus komputer DBase, apa lagi itu? saya baca-baca buku modul pelatihan tersebut. Tidak hanya modul DBase, ada yang lain seperti Wordstar dan Lotus 123. Setelah dibaca tetep tidak mengerti yang pasti pertama kali saya baca semakin dalam semakin tidak dimengerti, semakin besar penasaran saya hingga akhirnya saya iseng membujuk bapak saya untuk dibelikan komputer. Ya jawaban bapak saya cukup bijak, “Sok ku bapak didoakeun jang sing bisa kabeuli”.  Semua program-program yang ada sanggup menyimpan ke dalam disket yang memiliki ukuran dibawah 1 mega byte. Kemudian harddisk duku belum sampai 100 mega byte.

Sekarang, kita lihat berapa ukuran sdcard terkecil yang dijual di toko-toko aksesoris smartphone atau komputer?. Jika saya main ke toko buku misalnya, yang paling kecil dijual dan inipun sudah jarang adalah 4 gigabyte!, ukuran sdcard sendiri hanya seukuran kuku jari tangan. Dan harddisk yang dijual dalam pake pc sudah mencapai terra byte. Tidak hanya media penyimpanan saja yang mengalami perubahan besar, teknologi komputernya pun pastinya memang telah berubah sangat pesat.

Internet telah hadir di Indonesia sejak 1995an (BBS tidak saya perhitungkan). Arus penetrasi teknologi informasi tak terbendung dan terjadi di seluruh dunia, tidak hanya di kota besar bahkan bisa masuk ke pelosok desa (tentunya ada prosentase yang menjadi pembeda bisa kecil atau besar). Mesin pencari menjadi kunci dasar bagi setiap pengguna internet untuk mendapatkan informasi yang sesuai. Inilah jamannya informasi tebuka!. Bayangkan dengan besarnya konten yang terkandung dalam media- media online yang ada saat ini. Sudah berapa besar ukuran data yang tersimpan dan berapa banyak media penyimpanan yang harus disediakan?.

Sebelumnya data-data perusahaan dengan skala besar mempertimbangkan isu manajemen data dengan menyerahkannya ke produk sistem manajemen database enterprise seperti oracle, sybase, DB2, informix, sqlserver dan lain sebagainya. Ternyata konten data saat ini sudah terlalu besar jika semuanya diarahkan kepada dbms (database management sistem).  Tentu saja sumber data yang saat ini dibutuhkan dan dianalisa sebagai salah satu sumber dalam membuat strategi tidak hanya berdasarkan data internal perusahaan, melainkan data-data yang ada diluar. Inilah persaingan global!.

Sebutlah google, sebagai mesin pencari yang memanfaatkan konten yang disajikan oleh website-webiste yang ada di internet. Meskipun teknologi perangkat keras telah maju, tidak cukup manajemen data terus berkutat dengan metode dbms. Konsep manajemen data yang lama menjadi terlihat tradisional. Berdasarkan kondisi yang ada saat ini, munculah gagasan Big Data.

Big Data atau Data yang Besar merupakan Istilah yang ditujukan terhadap Kumpulan data yang besar dan kompleks sehingga tidak mungkin lagi dikelola oleh aplikasi tradisional.

Kapan sesuatu itu di sebut Big Data? Ada ciri-cirinya. Ciri-ciri dari Big Data terangkum dalam V3 : Variety /keberagaman, Velocity/kecepatan dan Volume/ ukuran (Eaton,C. et.al, 2012).

  1. Variety menggambarkan keberagaman data yang dikelola, dimana manajemen data yang dikelola meliputi data terstruktur dan data tidak terstruktur.
  2. Velocity menunjukan perbahan pada kecepatan akses data, pada Big Data akses data menggunakan konsep streaming data.
  3. Volume menujukan kapasistas data yang lebih besar dari terrabytes menjadi zettabytes.

bersambung…

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*