Tokoh- tokoh Unpad yang menginspirasi versi Arif Firmansyah

Tulisan ini saya buat di sela-sela kesibukan saya yang mungkin seharusnya harus saya katakan dengan jujur penuh dengan kejenuhan tingkat tinggi. Kejenuhan ini mungkin muncul disebabkan oleh terlalu tingginya harapan dibandingkan kenyataan yang terjadi saat ini di tempat saya bekerja, kampus tercinta Universitas Padjadjaran. Universitas Padjadjaran sebagai sebuah perguruan tinggi dimana saya pernah mengenyam ilmu d3 dan ext S1. Perguruan tinggi yang penuh dengan kritikan pedas dari mulut saya sendiri, yang dulu penuh dengan rasa kekecewaan terutama selama saya masih kuliah di sana.

Meskipun demikian toh ternyata rejeki saya ada di sini. Sebagai alumni yang ternyata telah menjadi pegawai negeri sipil sebagai seorang tenaga kependidikan. Disini saya mencoba memutarbalikan kritikan- kritikan pedas dahulu yang pernah saya lontarkan sendiri. Ingat kekecewaan saya dulu semasa kuliah termasuk di himpunan kadang saya suka tertawa sendiri, melihat mahasiswa bersama orang tuanya yang kecewa  dengan pelayanannya, langsung teringat saya waktu kuliah dulu.  Itulah jodoh kadang gak bisa ditebak, sudah jauh-jauh saya sempat bekerja di jakarta toh akhirnya kembali lagi ke kampus tercinta.

Jika ada yang bertanya mengapa saya membenci tapi ternyata saya kembali?.. perlu juga saya akui bahwa tidak semuanya yang ada di Unpad mengecewakan. Salah satunya adalah orang- orang yang berkecimpung di Unpad. Banyak pegawai, pejabat dan pendidik yang ada di Unpad telah bekerja keras agar harapan dan cita-cita perguruan tinggi Unpad sesuai misi dan visinya tercapai. Harus kita sadari setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya, dan beberapa  tokoh di Unpad dengan kelebihan dan kekurangannya telah banyak memberikan inspirasi bagi saya untuk berkarya di Unpad, siapa saja mereka? Ini dia ..

1. dr. Koeswadji M.Sc

Inilah orang nomor satu di mata saya yang membuat saya kagum atas sosok seorang pak koes. Jika ada yang bertanya kenapa ujungnya saya memutuskan jadi pns, dimana sejak tahun 2000 saya gabung kemudian ditawari melamar pns 2003 tapi saya menolak dan akhirnya tahun 2005 saya melamar juga. Pertama kali saya gabung beliau adalah kepala pembantu rektor 5 bidang perencanaan dan sistem informasi dan seorang pengajar di fakultas kedokteran.

Pak Koes adalah sosok seorang bapak dengan gaya kepemimpinan karismatik dan sederhana, memberikan kepercayaan dan penghargaan penuh kepada anak-anak, penyabar dan selalu berusaha menghindar dari konflik untuk memenangkan sebuah kepentingan. . Yang selalu saya ingat nasihat dari beliau adalah :

rif, jangan pernah mencari uang di Unpad, di Unpad adalah tempat berbakti, kalo kamu ingin mencari uang, silahkan carilah uang di luar, tapi jangan lupakan unpad, apa yang telah kamu kerjakan di luar bawalah ke unpad agar tetap bermanfaat bagi unpad dan rejeki tetap dapat kamu raih.

Ucapan itu selalu teringat dan membuat saya termotivasi untuk tetap membantu dan memperbaiki unpad terutama memberi solusi dari kritikan- kritikan yang pernah saya ucapkan selama saya masih menjadi mahasiswa.

Selama saya menjadi honorer saya kagum dan terharu dengan sosok pak Koes yang begitu low profile, seingat saya mobil dinas beliau tidak pernah dibawa pulang, dan bahkan mobil dinasinya sering dipinjam anak-anak pegawai untuk menyelesaikan pekerjaan antara bandung dan jatinangor. Terkadang sesekali saya lihat pak koes nyetir sendiri mobil tua klasik (kalo gak salah daehatsu hijet warna hijau muda) yang masih mulus dan bersih.

Satu lagi kebaikan beliau yang begitu berbeda dengan sosok pimpinan yang lain, sering sekali dalam sebuah kegiatan para pejabat pasti masuk kedalam SK kegiatan dan pastinya berhubungan dengan honor. Pak Kokes sebagai kepala PR5 pada waktu itu termasuk yang sering masuk ke dalam SK. Saya ingat betul karena dulu saya sebagai programmer unpad namun status honorer yang diberi gaji 250rb sering menerima tambahan yang ternyata setiap kali pak Koes menandatangani honor-honor tersebut pastinya selalu dilanjutkan utn dibagi2kan kepada kami. Ucapan yang ditirukan rekan saya selalu di ingat “Untuk anak- anak”.

Masih banyak inspirasi yang datang dari pak Koes ini, hingga kini setiap idul fitri atau ada acara syukuran beliau tidak pernah lupa dengan saya, selalu saja ada undangan halal bihala atau syukuran ke rumah nya. Jika di Unpad ditanya apa saya punya seorang ayah? saya jawab ya saya punya seorang seorang ayah di Unpad, namanya Pak Koeswadji.

2. Prof. Dr. Ir Hj. Nurpilihan Bafdal M.Sc.

Saya selalu menyebut beliau sebagai Margaret thatcher versi Unpad, semangat untuk mengubah sebuah organisasi atau unit kerja beliau sangatlah besar. Saya pernah bersama beliau sewaktu saya diperbantukan di UPT Perpustakaan, bersama beliaulah muncul nama baru dari UPT Perpustakaan yaitu CISRAL. Bu Nur adalah pengajar di Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian dan sempat menjadi dekan di fakultas tersebut.

Bu Nur selalu bersemangat dengan keberadaan kami tim Teknologi Informasi yang bersama-sama mencoba membangun kembali UPT Perpustakaan terutama dari sisi Pengembangan Perpustakaan yang didukung teknologi Informasi.

Bu Nur sangat concern dengan pentingnya pencitraan sebuah organisasi. Selain itu pelajaran penting yang saya dapat dari beliau adalah bagaimana relasi yang dimiliki dapat dilibatkan untuk membantu mewujudkan organisasi yang lebih baik. Selama beliau di CISRAL , cukup banyak bantuan dari relasi yang dikenal beliau memberikan bantuan termasuk para pejabat yang sedang kuliah pasca sarjana yang dibimbingnya. Gaya kepempimpinan beliau sangat mirip dengan ibu saya sendiri dan bahkan itu membuat saya bertambah bangga dengan ibu saya :).

Jika ada yang bertanya apa saya memiliki seorang ibu di Unpad, pasti saya jawab di unpad saya memiliki bu Nurpilihan.

3. dr. ir. Setiawan Hadi M.Sc.CS

di kampus Dago 4 MIPA ada dosen yang banyak memberikan inspirasi bagi saya. Beliau adalah dosen yang khusus mengajarkan mata kuliah yang berhubungan dengan software engineering citra digital, linux unix, keamanan dan komputer visi. Dia Adalah pak setiawan hadi. Gaya mengajar beliau betul- betul rapih dan terencana. Saya sangat betah dan menikmati ketika beliau mengajar. Materinya selalu tidak menjenuhkan karena selalu diimbangin oleh info teknologi informasi terkini. Proses transparansi penilaian dan pemberian tugas yang menantang, selalu memberikan motivasi bagi saya, selain itu beliau selalu tepat waktu dalam meberikan nilai ujian atau nilai akhir.

ketika saya kuliah S2 di STEI, saya memiliki pak budi rahardjo, nah di unpad ini saya memiliki pak setiawan hadi :).

4. Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia DEA

Semua civitas di Unpad tidak mungkin tidak kenal dengan sosok yang satu ini, seorang pengajar di fakultas pertanian dan pastinya sebagai rektor Unpad. Gaya kepemimpinan beliau sedikit berputas 180 derajat dengan pak Koes 🙂 , namun bukan berarti negatif. Beliau adalah seorang pimpimnan yang mencoba melakukan perubahan gaya cepat, alias seruduk man, untuk kondisi Unpad yang sempat tertinggal jauh, sosok pak Ganjar ini benar benar bisa membuat banyak pihak yang sudah nyaman menjadi kebakaran jenggot. Saya mengenal beliau sewaktu beliau di pusat dinamika pembangunan Unpad (PDP)  beliau seirang berkunjung ke pr5, sewaktu itu saya tidak terlalu ngeh, yang saya ingat saya pernah mengerjakan proyek seni dan budaya untuk dinas kebudayaan dan pariwisata.

Setelah belau menjadi rektor, saya begitu kagum dengan beberapa strategi beliau untuk membuat perubahan di Unpad, meskipun saya sering kewalahan untuk mengejar target- target beliau, namun kalo tidak sekarang kapan lagi? .Masih ingat peristiwa yang selalu teringat oleh saya adalah, ketika di jakarta tepatnya di hotel century, beliau marah sekeras- kerasnya kepada saya, meskipun beliau marah besar tapi saya merasa aneh pada waktu itu, karena beliau marah mengenai hal yang sebenarnya bukan tugas saya, dulu saya mendadak di suruh membuat surat pengantar bla bla bla. its First time, dan surat saya beberapa kali dikoreksi dan beberapa kali saya terus dimarahi, saya sempet kikuk tapi anehnya marah beliau tidak masuk nyampe ke hati. Entahlah kelau lihat beliau marah pada saat itu saya merasa beliau tidak sedang marah kepada saya, tapi kepada orang- orang tertentu. Haha itu menjadi pengalaman yang pelaing berkesan buat saya bersama beliau..

Sampai saat ini saya masih kagum dengan gaya beliau memimpin, meskipun demikian gaya beliau bukanlah style saya.. mudah-mudahan semangat perubahan yang dimiliki beliau dapat disalurkan ke pimpinan yang lain terutama bagi unit-unit yang ingin perubahan besar dan cepat.

5. alm. Tony Sumartono

Beliau adalah dosen di mipa yang humoris, banyak memberi inspirasi tentang perkembangan TI di dunia, dan saya sering diajak mengerjakan proyek-proyek bareng beliau. Ketika ada maslaah dalam sistem yang kami bangun beliau selalu menjadi penenang agar kami dapat memperbaiki dnegan tenang.

Masih ingat tawaran beliau kepada saya untuk melepas pekerjaan saya diluar untuk bergabung bersama beliau dan sekaligus bersama- sama mebangun IT Unpad. Semoga amal dan ibadah selama dia masih hidup diterima Allah SWT..

6. Dr. Ichary Soekirno Phd.

Saya tidak pernah membayangkan jika saya akan mempelajari filsafat. Dan akhirnya saya mendapatkan ilmu filsafat ini dari seorang dosen mipa bernama pak Ichary. Selama kuliah bersama beliau, disitulah kepercayaan diri saya meningkat, saya selalu teringat sebuah kata yang selalu terucap dari pak Ichary : “ATTITUDE”. Sungguh luarbiasa, ucapan itu ternyata selalu terbawa- bawa selama saya bekerja di Unpad.

Selain sebagai dosen, beliau pernah memimpin menjadi kepala UPT PUSKOM (sekarang DCISTEM) dan untuk pertama kali saya bergabung resmi sebagai honorer adalah dibawah beliau.

Di tempat  bekerja, saya sempat tidak sejalan dengan beliau, tapi seperitnya itu karena saya mulai merasakan ke egoisan saya yang penuh dengan idealisme yang beliau ajarkan. Sekarang saya mulai mengerti beberapa hal yang dulu saya tidak sepaham dengan pandangan- pandangan beliau.

apapun yang terjadi dan apapun pandangan orang lain terhadap beliau, tetap saja beliau adalah menjadi salah seorang yang menginspirasi bagi saya.

7. Eddy Nurmanto S.Si, MBA.

Eddy nurmanto atau dito sebenarnya sudah saya kenal sejak kuliah, dia adalah teman sekelas saya, meskipun sekelas saya merasa saya dengan dia beda level, dulu saya bergabung dengan para geeks gak suka gaul, sedangkan dito gaul dengan organisasi kemahasiswaan, pokoknya aktif, kamu mulai lebih mengenal malah setelah lulus kuliah.

Ini dia si “jurig” yang membuat saya masih bertahan hingga saat ini ada di unpad. Jika ada yang bertanya bagaimana saya bisa menjadi seperti sekarang, berbicara dari lokakarya ke lokakarya, pelatihan ke pelatihan, semua isi yang ada di otak saya dia tampung, dan saya sering dicemplungin ke kolam secara tiba.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa sebelum saya sangat sulit berbicara didepan, tidak suka maju ke depan, dan lebih suka dibelakang dia, tapi dia sering memaksa saya maju kedepan.

Jika bertanya dito itu sebenarnya didikan siapa, dia mendapatkan didikan yang sempurna di unpad : di didik oleh pak koes agar selalu memperhatikan anak buahnya dan dididik oleh pak ganjar agar dapat melakukan terobosan dan perubahan besar lebih cepat apapun resikonya..

Itulah tokoh- tokoh unpad yang menginspirasi versi saya, dari setiap tokoh tersebut pastinya ada kekurangan yang memperilihatkan ketidak sempurnaan mereka sebagai manusia, meskipun demikian, merekalah inspirasi saya di Unpad, semoga dapat menjadi inspirasi bagi rekan- rekan khususnya yang ada di Unpad dan yang membaca.

One Comment, RSS

  1. Mayor Sipayung June 20, 2013 @ 8:29 am

    Ya.. Pak DR. Setiawan Hadi itu memang Budi Raharjo-nya Unpad ya. 😀

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*