Siapkah Unpad memanfaatkan ICT ?

Pemanfaatan ICT berbasis intranet dan internet diunpad dipercepat. Dimulai dengan peningkatan bandwidth, tahun sebelumnya hanya 4mbps bulan januari kemarin 11mbs  sekarang sekitar agustus dianikan kembali menjasi 45mbps. Perubahan sistem registrasi, website , pembayaran multibank. Apa lagi ?

 

11 Comments, RSS

  1. somewhere out there July 10, 2008 @ 1:52 pm

    knowledge management omm,….
    itu finalisasi dari puncak informasi…

  2. deni-lemlit July 10, 2008 @ 4:36 pm

    Pertama kali saya mengetahui soal, komputer serta program-program di dalamnya selalu disertai dengan pertanyaan untuk apa?. Demikian pula pada saat terjadi perkembangan sangat pesat hardware/Software komputer. Satu kasus yang sederhana pada waktu mulai diperkenalkan winword 2.0 setelah lama sekali memakai Wordstar (jaman2nya display masih monochrome) dapat mudah dipakai, kenapa?…karena sesuai kebutuhan dengan tuntutan pekerjaan. ..misalnya pengen bikin margin surat tersedia ada fasilitas page setup..tanpa harus susah2 bikin titik LM, RM dst….Lain halnya pada saat berusaha bisa memakai autocad..susah bisa dan mudah lupa..kenapa?..karena tidak sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pekerjaan..(nyambung ngak ya)

    bottom line, apapun fasilitas yang diberikan, harus diinventarisir sebenernya apa yang dibutuhkan dan menjadi prioritas utama, bukan asal pasang, asal naikan..tapi akibatnya akan sia-sia dan tidak termanfaatkan..jadi programnya tidak tumpang tindih dan kontinuitasnya terjaga

  3. pupungbp July 11, 2008 @ 3:43 pm

    Perencanaan, pembangunan yang terstruktur dan didukung oleh semua pihak. Cuman satu kalimat, tapi luar biasa sulit mewujudkannya kan?

  4. admin July 11, 2008 @ 4:48 pm

    aha! saya kasih pertanyaan nih gimana kalo perencanaan belum beres, sementara produk harus dah jadi, atau produk sebelumnya harus tetap dikerjakan ?

  5. Derry Adrian July 14, 2008 @ 9:58 am

    Perencanaan belom beres, produk harus dah jadi…

    Pake mejik wae kitu pak?

    Kalo dalam bayangan saya sih pake pembatasan / versi.
    Misal :
    versi 1 lingkup produknya adalah fungsi A sampai Z
    versi 1.A lingkup produknya adalah bug patch / fix fungsi A sampai Z

    selama turunan versi 1 berjalan, versi 2 atau bahkan versi 3 dikerjakan / direncanakan secara paralel.

    Bayangan na sih…. geledegan na siga kumaha. Teuing atuh ari project na seueur pisan mah heuheueheueheu. Da proyek saya yg spt itu mah cuman satu, teu seuer seuer.

  6. somewhere out there July 14, 2008 @ 3:23 pm

    ># # 4 admin Says:
    >July 11th, 2008 at 4:48 pm

    >aha! saya kasih pertanyaan nih gimana kalo perencanaan belum beres,
    >sementara produk harus dah jadi, atau produk sebelumnya harus tetap >dikerjakan ?

    ========================

    Pertanyaan yang sama,
    mana dulu yang harus didahulukan apakah perencanaan pabrik dulu atau bikin pabrik baru berencana?

    Dua duanya gak salah.
    Perencanaan yang matang akan menghasilkan product yang sesuai planning (at least gak jauh-jauh amat melesetnya).
    Pabrik/product yang sudah berdiri akan dipikirkan harus seperti apa untuk menghasilkan diffrerensiasi produk agar unix dan berbeda dengan produk lainnya.

    Jadi silahkan memilih.. 🙂
    pendapat lain juga ada lho… nih :

    kalo menurut om eko indrajit (Penggiat IT) itu satu kesatuan, itstilahnya dalam bahasa jawa adalah jiwa dan raga (jiwa itu hasil perencanaan sedangkan raga adalah produknya, ibarat lebih dulu mana telor atau ayam? )

    kalo menurut pakar manajemen, dengan kondisi di indonesia yang tipikal orang indonesia always planning..planning and planning,… without well product., yaa lebih baik mulai dari sekarang untuk membuat produk,… (ingat lho… kebudayaan itu salah satu paramater penting dalam manajemen modern juga).

    masalah produk tersebut diterima atau tidak at least kita sudah ada bayangan moving forward untuk developed jauh kedepan sehingga yang seharusnya akan diciptakan good product maka dengan pengalaman tersebut akan menjadi better product.

    Kalo kata om Mario Teguh (salah satu motivator di TV), beruntunglah orang yang telah mulai mencoba lebih dulu dan mendapatkan banyak kesalahan yang berbeda, karena dengan kesalahan itulah maka graphic hidupnya menjadi tidak biasa (luar biasa) sehingga lebih improve hidupnya, tapi merugilah orang yang selalu berhasil tanpa kesalahan karena tanpa sadar graphic hidupnya steady…

    well, silahkan pilih…

  7. pupungbp July 17, 2008 @ 5:37 am

    Perencanaan harusnya dilakukan oleh orang-orang terdahulu, mau diarahkan kemana sesuatu itu. Produk yang dibikin buru-buru kebanyakan malah tumpang tindih, dan ditinggalkan tanpa maintenance sesudahnya (dalam hal IT unpad).

    Seharusnya kita sudah ada dalam tahap developing, bukan dalam tahap coba-coba which is kalo coba-coba akan banyak terbuang dana dan resource.

    Well, kalau sampai sekarang masih belum punya perencanaan? he..he..he.. meneketehe…

  8. somewhere out there July 17, 2008 @ 10:12 am

    memang seharusnya orang-orang terdahulu yang mematangkan konsepnya.
    saya setuju masalah maintenance yang menjadi kendala.

    kalo sekarang memang unpad gak/ belum punya perencanaan IT, so what would you do?
    1. stay there and getting old and waiting for a magic come?? or
    2. do something to make it happen and become zero to hero…. 🙂 ???

    i’ll better choose the second one… why, karena saya kira UNPAD memiliki segalanya, termasuk 5M (man, mechine, material, method, money) + 2M (media, motivation). (semoga saya benar)

    kalo memilih nomor 1, maka pertanyaan klasik yang sering muncul kenapa sih gak sinergi 5M+2 itu??? hmm… saya gak bisa jawab kalo disuruh tanya ” rumput yang bergoyang ”

    🙂 life is about choice…

    VIVA UNPAD

  9. pupungbp July 21, 2008 @ 8:48 pm

    opsi kedua sepertinya bagus, tapi bukan zero to hero :D, he..he..he.. rekan-rekan di unpad mungkin tau.

  10. Derry Adrian July 31, 2008 @ 3:01 pm

    From Zero to Hero,…
    salah-salah From Zero to_Run Be_Ro.

    Sempat kami para LostFocust-er berkongkow, kongkow dan muncullah sebuah perumpamaan tukang gali tanah yang pake pacul dengan driver mesin escavator.

    Niat hati sang pengemudi escavator membantu menggalikan tanah, tapi salah-salah kepalanya yang di pacul oleh tukang gali tanah karena dianggap menyerobot lahan bakul nasi mereka.

    Saya lihat, ada kalanya kemampuan-kemampuan tinggi beberapa orang menjadi mentah karena para pekerja yang lain terlalu jauh tertinggal. Dan apalah daya kalau ternyata terjadi persepsi seperti perumpamaan tadi. Dianggap person dengan kemampuan tinggi tadi justru mempersulit kerja.

    Wait a second!!! Nyambung teu sih?
    Asa lostfocus deui wae….
    *gidig-gidig*

  11. somewhere out there July 31, 2008 @ 4:12 pm

    saya jadi ingat konsep rantai,
    bahwa kekuatan rantai adalah terletak pada rantai yang paling lemah.

    kalau begitu yang perlu dilakukan adalah meng-educate si tukang pacul tersebut supaya professional dalam memacul, sehingga kemampuan tukang pacul tersebut sesuai dengan kebutuhan si owner-nya. tidak harus tukang pacul sepintar owner, karena disini kita hanya membutuhkan tukang pacul yang professional, bukan tukang pacul yang selevel dengan owner-nya. Oleh karena itulah muncul konsep manajemen untuk memanage orang dengan tingkat education+level yang berbeda-beda, bukan begitu bukann???

    sehingga dengan manajemen yang benar maka tujuan akan tercapai, tapi sebaliknya juga lho… jadi silahkan memilih… 🙂

    viva unpad

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*