SVG, flash killer ?

Perkembangan teknologi website sepertinya mulai lebih mendekat kepada para pengguna internet. Kita sebelumnya selalu melihat sebuah perbedaan, ketika kita mengakses web dan mengakses program desktop windows. Saat ini perbedaan tersebut kian membias. Untuk membuat web lebih hidup, memang flash sudah cukup untuk membuat banyak pengunjung kagum. Meskipun untuk mengakses website dengan flash memang membutuhkan akses bandwidth lebih banyak, tapi toh sebanding dengan apa yang dilihat.  Secara tidak langsung flash dapat bertahan sebagai “standard tak resmi” untuk penyediaan content berbasis multimedia. Namun sudah beberapa tahun yang lalu sebenarnya sudah mulai dikembangkan standard teknologi baru untuk mengembangakn content web yang salah satu fungsinya bisa seperti flash yaitu SVG.

SVG (Scalable Vector Graphics) merupakan sebuah format standar  dokumen xml yang disediakan untuk membuat content grafis berdasarkan vektor melalui web. Dengan konsep vektor ini, tampilan yang dihasilkan dapat diatur sekalanya dan diproses dengan komputasi grafis sehingga jika dilakukan proses pembesaran(zoom) hasilnya tetap bagus.

Manfaat SVG sangat dibutuhkan untuk website-website yang membutuhkan content grafis, namun tidak perlu mendisain terlebih dahulu dengan aplikasi pihak ketiga (seperti halnya flash), SVG dapat digunakan untuk :

  1. GIS (Geographic Information System)
  2. Chart
  3. Animation
  4. Interactive menus
  5. Interactive interface
  6. Games
  7. dll

Dengan menggunakan syntax seperti html anda sudah bisa menampilkan grafis diatas webbrowser anda. Namun untuk saat ini agar format svg ini dapat ditampilkan di browser memang harus ada komponen tambahan, yaitu svg viewer. svg viewer ada banyak disediakan dalam beberapa jenis. Yang paling terkenal adalah svg viewer yang dibuat oleh adobe. Selain itu untuk os lain ada svg viewer java yaitu batik. Sedangkan browser opera dikabarkan akan memasukan format svg langsung di browsernya.

Saya sendiri sudah 2 (dua) bulan ini nyoba-nyoba svg, dan ternyata untuk orang yang dasarnya programmer svg lebih mudah dibandingkan belajar flash, dan hasilnya memuaskan. Kebetulan saya belajar svg ini gara- gara bos saya di eccoterra pingin buat GIS di web tapi yang murah gak perlu beli komponen activex atau applet khusus tapi hasilnya bagus dan mudah. Dan ternyata svg cukup menjanjikan , karena svg viewernya gratis. Selain itu banyak software converter ke svg mulai dari corel draw, adobe ilustrator, visio dll. Untuk GIS ini disana pake mapinfo dan saya dapet software konversinya ke svg dan hasilnya ternyata lumayan bisa dinamis.

buat belajar :

  1. http://www.15seconds.com/issue/030630.htm
  2. http://www.kevlindev.com/index.htm
  3. www.w3.org/Graphics/SVG/
  4. http://en.wikipedia.org/wiki/Scalable_Vector_Graphics
  5. www.adobe.com/svg/

5 Comments, RSS

  1. Harian November 21, 2007 @ 5:47 am

    “dan ternyata untuk orang yang dasarnya programmer svg lebih mudah dibandingkan belajar flash, dan hasilnya memuaskan. ”

    >>> wah wah iyakah? menarik ini

  2. andi December 17, 2007 @ 12:20 am

    Boleh kami dikirimkan CV saudara, perusahaan teman saya membutuhkan tenaga GIS
    Tks
    Andi

  3. admin December 24, 2007 @ 10:32 am

    @andi : cv saya bisa dilihat di about

  4. dani April 8, 2009 @ 6:33 pm

    ternyata saat ini opera memang masih memimpin implementasi svg di peramban..terutama yg animasi.. 🙂

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*