Cara Gue Membuat Digibizz Masuk Page 1 Google Rank 3

Halo gaes, ini adalah blog post pertama gue di akun Blogs Unpad gue. Bagi yang belom kenal ama gue silakan lihat halaman tentang saya.

Kesibukan gue saat ini salah satunya adalah sebagai developer dari situs Digibizz.com. Apa itu Digibizz? Situs itu adalah tempat yang menyediakan jasa seperti Desain Grafis, Video Editing, Social Media Manager, hingga Digital Marketing.

Website tersebut merupakan salah satu program kerja dari Deparment of Enterpreneurship HIMAGI UNPAD 2020. Gue sebagai salah satu staffnya diberi amanah untuk create dan manage web itu oleh manager divisi itu.

mengoptimasi web dengan long tail keyword

Gue mau pure sharing di sini cara gue mengoptimasi website Digibizz sampai bisa masuk ke page 1 Google dan saat ini menempati rank 3 untuk keyword “Jasa desain grafis Jatinangor”. Gue nggak bisa optimasi ini Blogs Unpad karena keterbatasan akses sebagai multisite dari subdomain blog.unpad.ac.id jadi nggak bisa instal plugin deh huhu.

1. Melakukan riset keyword di Keyword Sheeter

Kenapa gue riset keyword di KS nggak di Ubersuggest apa Semrush gitu yang lebih powerfull dengan banyak metriks pendukung? Jawabannya adalah karena gue ‘blank’ gitu mau pakai keyword apa saja buat bikin artikel tentang jasa desain.

Dari Keyword Sheeter lah gue ngumpulin sekitar 1 keyword utama dan 65 keyword turunan.

2. Mengelompokkan keyword berdasarkan Topical Relevance

Salah satu wejangan suhu blogger di grup blogger Facebook bilang kalau hasil extract keyword dari KS tuh masih sangat mentah bahkan banyak yang duplikat. Oleh karena itu gue sortir dulu dengan mengelompokkan keyword berdasarkan satu jenis topik yang sama dan menghapus keyword yang duplikat.

3. Mencari search volume di GKP

Gue pakai Google Keyword Planner buat cari tau seberapa banyak volume pencarian di Google. Sebenarnya ini untuk kebutuhan pengiklan sih, tapi gpp. Alternatif GKP bisa pakai Ubersuggest yang kini fitur gratisnya udah sebentaran doang.

4. Membuat artikel dengan keyword yang telah disortir

Setelah melakukan sortir dan mencari volume keyword langkah selanjutnya yang gue lakuin adalah bikin artikelnya langsung. Kenapa kok nggak cari tau dulu competitive-nya di SERP?

Gue lihat langsung di hasil pencarian banyak artikel yang nggak relevan meski DA PA web kompetitor tinggi. Jadi, gue beranggapan awal ini mudah untuk dirangking.

Proses pembuatan artikel di website Digibizz gue pakai bantuin plugin YoastSEO agar gue nggak ‘keluar jalur’ dari keyword utama dan memudahkan parameter apa saja yang telah gue tambahin buat artikel yang sedang ditulis.

5. Menambahkan gambar pendukung

Gue mikir kalau artikel tentang desain grafis pasti harus ada gambar toh secara dari kata aja ada ‘grafis’. Gue tambahin gambar pendukung lengkap dengan memasang alt tag.

Maksudnya gimana? Misal gue sedang bahas jasa desain kaos Bandung terus gue nambahin contoh desain kaos yang keren, jangan lupa isi alt tag dengan deskripsi gambar + selipin keyword utama/turunan.

6. Setelah artikel jadi submit ke GSC

Perlu banget sebuah web atau blog didaftarkan di Google Search Console. Fungsinya banyak sih platform itu selain bisa untuk tracking keyword apa saja yang telah masuk di web, kita juga bisa melakukan submit artikel dan sitemap.

Pastikan GSC mu telah terhubung dengan Google Analytics ya agar bisa memantau real time traffic.


Meskipun website Digibizz masih baru dengan parameter yang masih rendah untuk bersaing di SERP, nyatanya dapat bersaing kok bahkan bisa muncul di page 1. Fokus utamanya adalah di konten.

Kalau kompetitor kalian bikin artikel cuman membahas A saja misalnya, kalian bikin konten yang membahas A sampai Z ditambah fitur pendukung seperti gambar, infografis, bahkan video.

Walaupun belum dibacklink sama sekali, situs baru pun bisa bersaing asalkan ‘main’ di long tail keyword ya gaes hehe.