ISTILAH DAN DEFINISI KAPAL PERIKANAN

1. Kapal Perikanan

Kapal, perahu atau alat apung lain yang dipergunakan untuk melakukan penangkapan ikan, mendukung operasi penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, pengangkutan ikan, pengolahan ikan, pelatihan perikanan dan penelitian/eksplorasi perikanan. (more…)

KLASIFIKASI KAPAL PERIKANAN

Berdasarkan Klasifikasi Statistik Standar Internasional Kapal Perikanan (International Standard Statistical Classification of Fishery Vessels – FAO )

Kapal perikanan terbagi atas 2 (dua) jenis kapal perikanan, yakni :

1. Jenis kapal penangkap ikan ( fishing vessels )

2. Jenis kapal bukan penangkap ikan (non fishing vessels). (more…)

BUBU

1.  PENDAHULUAN

Bubu adalah alat tangkap yang umum dikenal dikalangan nelayan, yang berupa jebakan, dan bersifat pasif. Bubu sering juga disebut perangkap “ traps “ dan penghadang “ guiding barriers “. (more…)

Alat Tangkap Trawl

A.PENDAHULUAN

  1. Definisi Alat Tangkap

Kata “ trawl “ berasal dari bahasa prancis “ troler “ dari kata “ trailing “ adalah dalam bahasa inggris, mempunyai arti yang bersamaan, dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata “tarik “ ataupun “mengelilingi seraya menarik “. Ada yang menterjemahkan “trawl” dengan “jaring tarik” , tapi karena hampir semua jarring dalam operasinya mengalami perlakuan tarik ataupun ditarik , maka selama belum ada ketentuan resmi mengenai peristilahan dari yang berwenang maka digunakan kata” trawl” saja. (more…)

Alat Penangkapan Ikan Yang Diperbolehkan dan Yang Dilarang Oleh Pemerintah Indonesia

Dalam upaya pengendalian terhadap kegiatan – kegiatan pemanfaatan sumberdaya ikan, pemerintah telah menetapkan beberapa ketentuan hukum yang menyangkut pengaturan penggunaan beberapa jenis alat penangkap ikan dan cara operasinya. Ada beberapa jenis alat penangkap ikan dan cara penangkapan yang secara khusus dilarang dan dioperasikan di beberapa wilayah bahkan diseluruh wilayah perairan Indonesia seperti penggunaan pukat harimau, pengoperasian pukat udang dan pukat ikan yang ditarik oleh 2 (dua) kapal, penggunaan bahan peledak, racun dan aliran listrik untuk menangkap ikan. Namun untuk keberhasilan pengendalian terhadap kegiatan – kegiatan pemanfaatan sumberdaya ikan tersebut tidaklah cukup upaya penegakan hukum secara konsisten dan bertanggungjawab. (more…)