Penyu Belimbing

Penyu Belimbing ( Dermochelys coriacea )

 Penyu belimbing telah bertahan hidup selama lebih dari ratusan juta tahun, kini spesies ini  menghadapi kepunahan.  Selama dua puluh tahun terakhir jumlah spesies ini menurun dengan cepat, khususnya di kawasan pasifik, hanya sekitar 2.300 betina dewasa yang tersisa.  Hal ini menempatkan penyu belimbing pasifik menjadi penyu laut yang paling terancam populasinya di dunia.  Di kawasan Pasifik, seperti di Indonesia, populasinya hanya tersisa sedikit dari sebelumnya (2.983 sarang pada 1999 dari 13000 sarang pada tahun 1984).  Untuk mengatasi hal tersebut, pada tanggal 28 Agustus 2006 tiga Negara yaitu Indonesia, Papua New Guinea dan Kepulauan Solomon telah sepakat untuk melindungi habitat penyu belimbing melalui MoU Tri National Partnership Agreement  (WWF, 2008).

Gambar 1. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) (IUCN, tanpa tahun).

Menurut Jatu (2007), taksonomi penyu belimbing:

 

Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Class               : Sauropsida
Order              : Testudines
Suborder         : Cryptodira
Superfamily     : Chelonioidea (Bauer, 1893)
Family             : Dermochelyidae

Spesies            : Dermochelys coriacea

Nama lokal      : Penyu belimbing

 

Penyu belimbing memiliki karapas berwarna gelap dengan bintik putih. Ukuran penyu belimbing dapat mencapai 180 cm dan berat mencapai 500 kg. Penyu belimbing dapat ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis.  Spesies ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di lautan terbuka dan hanya muncul ke daratan pada saat bertelur. Penyu belimbing betina dapat bertelur empat sampai lima kali per musim, setiap kali sebanyak 60 sampai 129 telur.  Penyu belimbing bertelur setiap dua atau tiga tahun dengan masa inkubasi sekitar 60 hari (WWF, 2008).

Habitat penyu ini perairan tropis hingga kawasan sub kutub. Makanan berupa ubur-ubur dan cumi-cumi. Penyu ini dapat dijumpai dari wilayah utara Alaska hingga kawasan selatan Tanjung Harapan Afrika

 

This entry was posted in BIOTA LAUT, BIOTA LAUT DILINDUNGI and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>