• AGRIBISNIS
  • BUDIDAYA MELON
  • BUDIDAYA TEMULAWAK
  • HAMA/PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN KAKAO DAN TEKNIK PENGENDALIANNYA
  • Pemanfaatan Serangga dalam Penyerbukan Anggrek
  • Archives
  • Categories
  • AGRIBISNIS

    2010 - 06.08

    Agribisnis (secara salah-kaprah disebut agrobisnis di Indonesia) adalah kegiatan manusia yang memanfaatkan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi kegiatan dalam bidang pertanian. Agribisnis mmempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Secara luas, agribisnis berarti “bisnis berbasis sumber daya alam”.

    Objek agribisnis dapat berupa tumbuhanhewan, ataupun organisme lainnya. Kegiatan budidaya termasuk dalam bagian hulu agribisnis. Apabila produk budidaya (hasil panen) dimanfaatkan oleh pengelola sendiri, kegiatan ini disebut pertanian subsisten, dan merupakan kegiatan agribisnis paling primitif. Pemanfaatan sendiri dapat berarti juga menjual atau menukar untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

    Dalam arti luas agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja. Seiring perkembangan teknologi, pemanfaatan produk pertanian berkaitan erat dengan farmasiteknologi bahan, dan penyediaan energi.

    Pengertian Agribisnis; Pengertian Struktural

    • Kumpulan unit usaha atau basis yg melaksanakan fungsi dari masing-masing sub-sistem
    • Tidak hanya mencakup bisnis pertanian yang besar,tetapi skala kecil dan lemah (pertanian rakyat)
    • Bentuk usaha : PT, CV, Perum, Koperasi, dll
    • Sifat usaha :
    1. Homogen
    2. Heterogen
    3. Berteknologi tinggi atau tradisional
    4. Komersial atau sub-sisten
    5. Padat modal-padat tenaga kerja

    Agribisnis sebagai Sistem

    • Sistem agribisnis :

    Rangkaian kegiatan dari beberapa subsistem yg saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain

    • Sub-sistem agribisnis :
    1. Sub-sistem faktor input pertanian (input factor subsystem) = pengadaan saprotan
    2. Sub-sistem produksi pertanian (production sub-system) = budidaya pertanian/usahatani
    3. Sub-sistem pengolahan hasil pertanian (processing sub-system) = agroindustri hasil pertanian
    4. Sub-sistem pemasaran (marketing sub-system) faktor produksi, hasil produksi dan hasil olahan
    5. Sub-sistem kelembagaan penunjang ( supporting institution sub-system) = subsistem jasa (service subsystem)

    On- and Off-Farm Activities

    On-farm activities (usahatani) : budidaya pertanian

    Off-farm activities (luar usahatani) :

    1. Pengadaan sarana produksi
    2. Agroindustri pengolahan
    3. Pemasaran dan jasa-jasa penunjang

    Peran di Era Pembangunan ; Transformasi

    • Transformasi struktur agribisnis, dari on-farm activities menjadi off-farm activities
    • Dari basis pertanian ke ekonomi basis industri
    • Negara bercorak agribisnis (agro-base Industry: industri minyak sawit, industri kayu lapis, crumbrubber dan sejenisnya)

    Jadi, ….

    • Pengembangan sistem agribisnis menjadi tuntutan logis dalam perkembangan keadaan perekonomian
    • Perkembangan permintaan thd produk pertanian tidak hanya dlm jumlah, tapi juga dlm hal :
    1. Keragaman jenis
    2. Kemasan
    3. Peningkatan mutu
    4. Pengangkutan
    5. Kontinuitas jumlah
    6. Mekanisme pemasaran
    7. Kesesuaian tempat
    8. Kesesuaian Waktu

    —————————————————————————————————————————-

    Sumber Referensi :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Plastic_kas.jpg

    Kuliah XII, Pengantar Ilmu Pertanian

    Your Reply