Penjelasan Batu Bacan Secara Ilmiah

Batu bacan, tentu anda sudah tidak asing lagi dengan nama ini, batu bacan merupakan salah satu dari batu akik yang memiliki banyak peminat, baik itu kolektor batu mulia, ataupun masysarakat pecinta batu mulia, namun seperti kita ketahui bersama bahwa harga dari batu mulia ini cukup tinggi, selain ruby, dan batu blue safir, tapi tahu kah anda apa itu batu bacan dan proses pembentukannya?

Batu Bacan yang secara gemologi (ilmu yang mempelajari batu mulia) merupakan batu mulia krisokola kuarsa atau quartz chrysocolla ditemukan di bagian barat Pulau Kasiruta, Kepulauan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Jadi nama bacan merupakan tempat ditemukannya batuan ini, dan karena kemolekan dari kenampakannya batu ini banyak dicari orang.

Secara genesa, pembentukan krisokola kuarsa berkaitan erat dengan proses mineralisasi pada periode Miosen Tengah. Mineral krisokola itu sendiri merupakan produk alterasi dari mineralisasi tembaga porfiri epigenetik yang terjadi di zona oksidasi, dengan kalsedon kuarsa sebagai endapan penyerta.

Ciri di lapangan berupa urat-urat atau veins yang memotong batuan formasi gunung api berumur Oligosen yang didominasi oleh lava bantal basaltic (vein type chrysocolla). Jenis lainnya berhubungan dengan mineralisasi tembaga singenetis dalam lava bantal basaltis yang menghasilkan krisokola jenis kerak (crust type chrysocolla).

Secara gemologi, krisokola kuarsa terdiri atas dua kelompok besar, yaitu kelompok batu hijau kebiruan atau biru kehijauan, dan kelompok batu kembang atau pancawarna. Berat jenisnya 2,34 sampai 2,50 gram/cm3, kekerasannya lebih dari 6 skala Mohs, dan berwarna putih kebiruan di bawah sinar lampu fluoresen. Indek refraksinya lebih kurang sama dengan kuarsa pada umumnya, yaitu sekitar 1,54.

Batu bacan (Chrysocolla) idnetik dengan warna yang padat dan corak yang terselip di antara warna tersebut. Warna utama batu Bacan adalah biru dan hijau. Kadar warna batu ditentukan oleh usia atau umur batu dan reaksi kimiawi-geologis yang terjadi pada batu. Warna-warni biru dan hijau adalah yang paling lekat dengan batu jenis ini.

Batu Bacan sendiri mempunyai dua jenis yaitu Batu Bacan Doko dan Palamea. Untuk warna pada Bacan Doko yang paling banyak digemari oleh para pecinta batu, atau yang populernya yaitu warna hijau cincau. Batu ini memiliki warna yang agak kehitaman dari luar namun akan berwarna hijau, biru laut, kuning, coklat teh, atau warna kembang apabila di sorot menggunakan cahaya. Bacan Doko juga ada yang mempunyai warna seperti Bacan Palamea yang berwarna bening, namun sangat jarang dan langka. Proses perubahan atau metamorfosis pada Bacan Doko akan lebih cepat dibandingkan dengan Bacan Palamea. Oleh sebab itu, batu Bacan Doko ini kerapa menjadi incaran para kolektor batu.

Batu Bacan Palamea umumnya memiliki satu warna hijau muda cerah. Komposisi kandungan kapur (Chrysocolla) Palamea lebih banyak dibandingkan dengan Bacan Doko. Seiring dengan perubahanya, batu Bacan Palamea akan menghasilkan warna hijau seperti giok dengan tekstur yang halus kristal. Keindahan pada Batu Bacan Palamea inilah juga yang menjadi buruan para kolektor batu. Mungkin hal itu yang membuat batu ini masuk ke dalam jajaran batu akik termahal.

 

Leave a Reply