RSS Feed

Februari, 2015

  1. E-Commerce Mulai Dilirik

    Februari 10, 2015 by Agung Triyono

    Teman-teman mungkin juga sudah tahu kalau beberapa hari yang lalu Android One secara resmi meluncur di pasar gadget Indonesia. Indonesia merupakan negara kedua yang dipilih oleh Google setelah India. Sama seperti di India Google merangkul para produsen lokal seperti Nexian, Evercross, dan Mito untuk menggunakan Operating System besutannya tersebut.

    Android One merupakan proyek yang dikembangkan oleh Google untuk menghasilkan ponsel murah tapi memiliki kualitas dengan tujuan membantu semua kalangan agar dapat berinteraksi dengan dunia maya dan teknologi. Untuk menjadikannya tetap berkualitas maka Google memberikan standar spesifikasi yang harus dipenuhi para produsen tersebut.

    Namun ada hal unik pada peluncuran Android One di Indonesia, sebab smartphone yang diluncurkan kali ini telah dibalut dengan Android Lolipop (5.1). Nexian sebagai produsen pertama yang meluncurkan Android One-nya yg diberi nama Nexian Journey One ini tercatat sebagai smartphone pertama di dunia yang memakai Android Lolipop (5.1) bahkan menyalip Nexus yang notabennya merupakan anak emas dari Google.

    Sekedar informasi Nexian sendiri sudah mulai membuka pre-order untuk smartphone terbarunya tersebut melalui situs blanja.com dengan harga Rp 999.000 disertai bonus dan penawaran terbaik lainnya.

    Baiklah, mungkin cukup sekian ya intermeso mengenai Android One karena sebenarnya arah pembicaraan kali ini bukan kesana. Mari coba fokus pada paragraf terakhir yang menyebutkan kalau Nexian baru hanya membuka penjualan lewat pre-order melaui situs jual beli blanja.com. Hal ini menunjukan bahwa geliat e-commerce di Indonesia semakin menunjukan kemajuan. Kini mulai banyak produsen yang melirik cara untuk memasarkan produknya secara online. Pun demikian dengan munculnya beragam situs jual-beli (e-commerce) yang memberikan alternatif bagi konsumen dalam menemukan produk yang dicarinya.

    Sebelum lebih terhanyut lebih dalam perlu diketahui kalau situs jual-beli yang ada di Indonesia umumnya terbagi menjadi tiga kategori.

    1. Situs jual-beli yang berbasis pada iklan baris.

    Situs jual-beli ini memberikan kesempatan kepada vendor (tapi lebih banyak individu) untuk menawarkan produknya melalui iklan yang akan tayang pada situs tersebut. Kemudian transaksi diserahkan langsung kepada penjual dan pembeli atas dasar kesepakatan. Bisa dikatakan situs ini bersifat pasif sehingga perlu kewaspadaan dan kehati-hatian dalam bertransaksi.

    Pic1

    1. Situs jual-beli yang berbentuk toko online.

    Kebalikan dari situs yang berbasis pada iklan baris, situs ini mengatur semua transaksi yang terjadi sebab peran penjual langsung dilakukan langsung oleh situs ini. Situs ini memberikan jaminan keamanan bertransaksi yang tinggi kepada para pelanggannya.

    Pic2

    1. Situs jual-beli yang berbentuk market place.

    Mencoba mengambil titik tengah antara dua jenis kategori situs sebelumnya model market place ini menawarkan kemudahan bertransaksi dengan menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan. Bersifat semi aktif, situs ini mengatur transaksi yang ada pada situs seperti pembayaran dan memastikan barang sampai kepada tujuan tanpa membatasi interaksi antara penjual dan pembeli.

    Blanja.com

    Pada tahun 2014 nilai transaksi online yang terjadi di Indonesia diperkirakan menginjak angka USD 10 miliyar. Hal ini lah yang membuat pemerintah mulai memberikan perhatian khusus. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan sedang mempertimbangkan untuk menarik pajak atas transaksi online. Namun menurut spekulasi yang masih beredar, pajak tersebut tidak akan menjamah bisnis online yang skalanya masih kecil. Hanya e-commerce yang besar, mendapatkan dana dari investor dan kepemilikannya dipegang oleh asing.

    Mari kita tunggu keputusan yang akan dikeluarkan pemerintah sembari berharap dengan adanya regulasi ini akan semakin menguatkan transaksi online dan meningkatkan kenyamanan maupun keamanan customer.

     

    (more…)


  2. KE-UNPAD-AN

    Februari 4, 2015 by Agung Triyono

    Sejarah Unpad

    FB_20140311_12_58_30_Saved_Picture

    Sudah memasuki bulan ke-10 sejak awal saya menerima almamater biru dongker ini yang berarti saya telah resmi terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran. Sungguh sebuah kebanggaan bagi saya dikaruniai kesempatan seperti ini mengingat Unpad merupakan salah satu universitas favorit dan benefit. Namun seberapa jauhkah saya telah mengenal universitas saya ini karena disinilah saya mengalami tahap pemerosesan. Ibarat seorang anakyang tidak mengenal orangtuanya, bukankah jati diri anak tersebut patut dipertanyakan ?!

    Bagi teman-teman yang mungkin masih belum jauh mengenal unpad, sedikti catatan ini semoga dapat membantu. Kapan Unpad didirikan ? makajawaban yang pertama terlintas dipikiran saya adalah pada tahun 1957 karenaangka itulah yang sangat popular saya lihat terpampang diberbagai atribut unpad,baik kaos, jaket, topi, dan sebagainya. Tapi sebenarnya unpad juga memiliki tanggal dan bulan pasti didirikannya loh. Tepatnya pada 11 September 1957 dandiresmikan oleh presiden Soekarno pada 24 September 1957. Berdirinya Unpad didasari oleh para tokoh-tokoh masyarakat Jawa Barat yang memiliki hasrat mencerdaskan kehidupan bangsa terutama generasi muda Jawa Barat agar dapat meningkatkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi. Pada awal berdirinya Universitas Padjadjaran hanya memiliki 4 (empat) fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dua fakultas yang disebut pertama berasal dari YayasanUniversiitas Merdeka di Bandung; sementara fakultas yang disebut terakhir merupakan penjelmaan dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) di Bandung dengan presiden pertamanya yaitu Prof. Mr. Iwa Kusuma Sumantri yang sekarang digunakan sebagai nama kampus di Jl. Dipati Ukur.

    Sejarah Kema Unpad

    unpad-bem

    Dimulai dari tahun 1996 para stakeholder yang dipimpin olehFery (FISIP) berinisiatif untuk membuat suatu wadah yang dapat menyatukan semua mahasiswa Unpad dengan membentuk Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Usaha pembentukan ormawa di tigkat universitas dimulai dengan diadakannya Musyawarah Besar Pertama (MUBES I) Senat Mahasiswa Tingkat Perguruan Tinggi (SMPT) diLembang untuk menggagas ormawa di tingkat universitas yang kemudian dilanjut kandengan MUBES II di tempat yang sama pada akhir tahun 1996. MUBES II tersebut tidaksampai selesai dilaksanakan.

    Sebelum tahun 2002 wadah yang digunakan sebagai sarana menyatukan seluruh mahasiwa Unpadmasih bernama Forum Komunikasi. Selanjutnya diadakanlah pertemuan anggota BPBP3 (Badan Pekerja Bersama Perumusan Persiapan dan Pembentukan) di Cikalong padabulan Juni 2003. Anggota BPBP3 sendiri berjumlah 13 orang yang berasal darirekomendasi BEMF dan BPMF. Nama-nama anggota BPBP3 diantaranya Panji (BPM FK), Genis (BEM FK), Nova (BEM FKG), Putti (BEM PSIK), Jeffry (BPM FMIPA S1), IndraMaulana (BEM FMIPA S1), Rahman (BEM FAPERTA), Sidiq (BEM FASA D3), Hasby (BEMFAPET), Indra Kusumah (BPM FAPSI), Barli (BEM FE), Asep (BPM FISIP), dan Irfan(BEM FAPSI). Masa Kerja anggota BPBP3 mulai dari tanggal 27 Mei-8 juni 2002.

    Hasil dari pertemuan Cikalong tersebut berupa draft UU Pemilu Raya KEMA UNPAD, Anggaran Dana Pemilu Raya KEMA UNPAD, dan Jadwal Pemilu Raya KEMA UNPAD. Setelah itu dibentuklah PPU (Panitia Pemilihan UNPAD) dan PPF (Pemilihan Pemilihan Fakultas). Berdasarkan UU Pemilu Raya KEMA UNPAD maka PPU bertugas sebagai panitia penyelenggara Pemilu Raya KEMA UNPAD I sampai terpilihnya Ketua BEMU (Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Unpad) dan Anggota BPMU (Badan PerwakilanMahasiswa Unpad). PPU sendiri diketuai oleh Hakimin (FE).

    Pihak Rektorat mendukung pembentukan Organisasi Kemahasiswaan di tingkat universitasdengan diberikannya Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Padjadjaran Nomor :116.b/J06.3/Kep/KM/2002 kepada Presidium Sementara KEMA UNPAD yang terdiri dari:

    1. Kunto Rizki Santika Ketua Forum Komunikasi BPM
    2. Nasrul Haq Ketua Forum Komunikasi BEM
    3. Rori Ade Putra Ketua Forum Komunikasi UKM

    Dengan SK yang diberikan rektorat kepada Presidium Sementara pada bulan September 2002 dihadapan mahasiswa baru angkatan 2002 pada acara PMB (Penerimaan MahasiswaBaru) Unpad maka secara de facto dan de jure Kema Unpad telah terbentuk.

    IKA Unpad

    ika_unpad

    IKA Unpad merupakan singkatan dari Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran. Tanggal tepat didirikannya IKA Unpad belum pasti tetapi kiranya sudah ada sejak tahun 1960.

    Pilar utama IKA Unpad

    1.      Unity(kekeluargaan)

    2.      Nationality(nasionalisme)

    3.      Productivity(produktivitas)

    4.      Action(bertindak)

    5.      Dedication(berdedikasi)