saya-cicak-berani-lawan-buaya.jpg

ketika_cicak_bersaksi.jpg

Tulisan ini dibuat krn ada kawan yang menanyakan bagaimana caranya install Mac OS X. Cara instalasi Mac OS X relatif mudah. Begini tahap-tahapnya:

  • Masukkan CD/DVD installernya
  • Restart Macnya, begitu ada bunyi “jreeeenggg”, tekan & tahan tombol keyboard C sampai terdengar optical drivenya aktif membaca CD/DVDnya
  • Selanjutnya sih tinggak ikutin aja dialog yg muncul di layar. Paling cuma tekan tombol Next & Next lagi
  • Kecuali kalau install ulang atau upgrade ke Mac OS X yg lebih tinggi versinya. Pada tahap awal setelah pemilihan bahasa selama proses installasi, pilih Customize, lalu di dialog berikutnya pilih Archive & Install.

    Hal ini membuat proses installasi hanya akan menginstall file-file sistem Mac OS X saja dg membackup yg lama, tanpa menyentuh aplikasi-aplikasi yg sdh terinstall (folder /Applications) dan file-file dokumen kita (folder /Users/nama user. Keuntungannya sdh tentu kita tidak perlu install ulang aplikasi-aplikasi yang sudah terinstall, tidak perlu membackup file-file dokumen kita ke storage external dulu (CD/DVD/hard disk external).

    Keren kan? Windows mana bisa begini. He he he..

    Last night I followed Arstechnica’s live report for Apple’s WWDC 2009 Keynote via Twitter. The event started on 00.00 WIB GMT +7. Right after the event, Apple released a press release regarding the upcoming next updates on Mac OS X 10.6: Snow Leopard. The article confirms that Snow Leopard only support Intel based Macs.

    I had hoped that Snow Leopard is going to support PPC based Macs. More than that, with Apple’s promise to make Snow Leopard lighter and speedier, I really hope it would have more backward compatibility with older Macs, older than the 1st generation PowerBook 12″ 867MHz, the minimum system requirement for Leopard.

    But alas, Apple has decided not to support PPC based Macs anymore. Even though I love QuickLook, Stacks, Guest User, and easy network sharing features in Leopard, my PowerBook’s performance running Leopard feels much more slower compare to Tiger.

    So, this fact justify my decission. I’ll downgrade to Tiger this weekend. Backup my applications and documents to my external 80GB Lacie’s hard drive, and do a clean Tiger’s installation.

    So, bye bye QuickLook. Bye bye Stacks. Bye bye Guest User account. Bye bye easy network sharing. I’m gonna miss you all, at least until I can afford a new MacBook (in a near future I hope. Amen).

    If you would like to get hot news tonight from Apple’s WWDC 2009 at San Francisco, you could follow it trough IRC channel or Tweeter. I found Arstechnica links to follow:

  • IRC: irc://irc.arstechnica.com/wwdc
  • Tweeter: @arswwdc (just follow arswwdc user from Tweeter on web or your Tweeter’s desktop client)
  • san_francisco.jpgjakarta.jpg

    The event will start at California, June 8, 2009, atapproximately at 10:00 a.m PDT. Calculating 14 hours time difference between San Francisco and Jakarta, so it’s on June 9, 2009, about 00.00 West Indonesian Time (WIB).

    Yth. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan rekan-rekan semua. Jurusan IESP FE
    UNPAD sedang melaksanakan trace study para lulusannya. Kuesioner
    dibuat untuk diisi oleh para perusahaan yang memperkerjakan lulusan
    IESP FE UNPAD.
    Mohon disebarkan seluas-luasnya. Jurusan sangat mengharapkan kuesioner
    ini cukup mendapat respon yang luas. Waktu pengisiannya 2 minggu.

    Kuesionernya bisa diakses di http://www.surveymonkey.com/s.aspx?sm=9bzKKCGAfdtKQiGl2j54GA_3d_3d

    Atas bantuannya kami ucapkan terima kasih.

    Wassalam

    IrfanView

    iview420_setup.exe /silent /folder=”c:\test folder\irfanview”
    iview420_setup.exe /silent /folder=”c:\test folder\irfanview” /desktop=1 /thumbs=1 /group=1 /allusers=0 /assoc=1 /ini=”%APPDATA%\irfanview”
    iview420_setup.exe /silent /folder=”c:\test folder\irfanview” /ini=”c:\temp”

    Options:
    folder:     destination folder; if not indicated: old IrfanView folder is used, if not found, the “Program Files” folder is used
    desktop:  create desktop shortcut; 0 = no, 1 = yes (default: 0)
    thumbs:   create desktop shortcut for thumbnails; 0 = no, 1 = yes (default: 0)
    group:     create group in Start Menu; 0 = no, 1 = yes (default: 0)
    allusers:  desktop/group links are for all users; 0 = current user, 1 = all users
    assoc:     if used, set file associations; 0 = none, 1 = images only, 2 = select all (default: 0)
    assocallusers:  if used, set associations for all users (Windows XP only)
    ini:      if used, set custom INI file folder (system environment variables are allowed)

    2) PlugIns:
    irfanview_plugins_420_setup.exe /silent

    Google Chrome

    /s or -ms

    Sekedar cerita ulang cerita dari kawan tentang kesibukan di lingkungan kerjanya. Staffnya bingung dengan pekerjaannya. Berikut garis besar obrolan kawan saya dengan staffnya:

    Staff: pak, ada ide ga ttg profil organisasi?
    Staff: skrg lagi buat video profil ni, tp kata2nya itu belom ada
    Staff: :((
    Staff: saya pake Ulead
    Kawan saya: tugas kamu kan menangani web… kok jadi multimedia gini? :-P
    Staff: ga tau
    Staff: tuh bos bikin riweuh
    Staff: :((
    Kawan saya: harusnya tugas kita cuma mengkompilasi. So… paling ngga draft contentnya hrs sdh ada. So lagi… kalo mau buat profil, tunggu dulu content yg belum ada dari bos-bos yang menanggungjawabinya
    Staff: iya sih pa, tp kalo liat profil yg dulu tuh sama dengan konten yg ada di web
    Kawan saya: IMHO, content profil: sejarah singkat, program2 studi beserta kurikulumnya, daftar staf pengajarnya, target keahlian lulusannya /u tiap konsentrasi/spesialisasi, profil lulusannya yg sdh bekerja, informasi pendaftaran (kalender akademik, biaya, proses), profil lembaga2 mahasiswa
    Kawan saya: Dasar pemikiran saya ttg content profil organisasi kita: kita mau kasih tahu dunia luar tentang eksistensi organisasi kita
    Kawan saya: Yg ada di web dikonversi ke bentuk CD/DVD
    Staff: Yup
    Staff: saya pake ulead, ga pake flash
    Staff: bagusnya pake apa ya pa?
    Staff: supaya rada interaktif gt pa
    Staff: pake flash lama
    Staff: klo pake ulead 2 hr jg beres
    Kawan saya: Kelemahan format movie: tidak interaktif. Kelebihannya: tidak perlu komputer
    Kawan saya: Kelebihan pakai flash: bisa interaktif. Kekurangannya: perlu komputer
    Staff: trus, yg bagus trus cepet pake apa ya?
    Kawan saya: dr kelebihan & kekurangan itu, bagaimana kalau dibuat 2-2nya: VCD/SVCD & interkatif media. Membuat media interaktifnya bagaimana kalau pakai Macromedia Director (sekarang jadi Adobe Director)?
    Kawan saya: kalau VCDnya sih mau pakai Ulead or Pinacle juga gpp
    Staff: macromedia Director?
    Staff: susah ga pa?
    Staff: lom coba tuh
    Kawan saya: sy juga ga bisa :-P. Tapi jangan khawatir… bukunya ada di Palasari/Gramedia
    Kawan saya: CD interkatif buatan lokal umumnya pakai Director ini
    Staff: oh
    Staff: pake script ga pa?
    Kawan saya: kurang tau
    Staff: hampir mirip flash ya pa
    Kawan saya: saya kutip dari websitenya Adobe (krn Macromedia sdh dibeli Adobe): Adobe® Director® 11 and Adobe Shockwave® Player software help you create and publish compelling interactive games, demos, prototypes, simulations, and eLearning courses for the web, Mac and Windows® desktops, DVDs, and CDs. Integrate virtually any major file format, including video created with Adobe Flash® software and native 3D content, for the greatest return on your creativity.
    Staff: tp kayanya lebih gampang ini dari pada flash
    Staff: kaya swish gt
    Kawan saya: yup.. drpd pakai Flash
    Staff: itu 1 paket sama adobe CS3 ga pa?
    Staff: klo CS3nya Kawan saya punya
    Kawan saya: ngga ada
    Staff: wah
    Kawan saya: link buat belajar director: http://www.tutorialguide.net/design/macromedia_director/, http://www.intelligentedu.com/newly_researched_free_training/Director.html, http://www.allgraphicdesign.com/director.html
    Kawan saya: di ilmukomputer.com sdh sy cari tdk ada
    Staff: macromedia directornya punya ga pa?
    Kawan saya: bentar…
    Kawan saya: punya tp ga bawa
    Staff: boleh jg tuh pa
    Kawan saya: besok sy bawa
    Staff: ok
    Staff: tq bgt pa
    Staff: eh pa
    Staff: knp ya klo di perhatiin orang2 tu ngagap orang IT itu segalanya bisa
    Staff: dan dengan gampangnya klo nyuruh buat ini-itu..
    Staff: udah gitu seminggu kudu beres
    Staff: jd lieur
    Kawan saya: krn job descriptionnya unit IT kita ini ngga jelas. Harusnya namanya diganti aja jadi Unit Umum or Unit Segala Bisa
    Staff: hee..heee
    Staff: iya
    Staff: dikit2 ke kita
    Staff: excel ga bisa, ke kita
    Staff: trus ppt ga bisa kita jg yg tanganin
    Staff: :((
    Kawan saya: sok atuh tulis di pintu ruangan di sana: “Staff Unit IT, Bukan Unit Umum, Bukan Juga Unit Segala Bisa”
    Staff: wah
    Staff: udh terlanjur itu mah pa
    Staff: Kawan2 di sini sampe trauma klo denger telpon teh
    Staff: atuh da menit tiap jam teh aya wae nu manggil
    Kawan saya: dulu saya pernah usul supaya kita dikasih PABX, trus diset ekstensinya, shg kita bisa bilang:
    “Tekan 1 untuk permasalahan koneksi internet. Tekan 2 untuk permasalahan sistem AAA. … Tekan 0 untuk masalah dg laptop anda, program2 di laptop anda.”
    Kawan saya: trus kalo ada yg tekan 0 langsung dijawab: “Kalau ada masalah dg laptop anda, silakan menghubungi customer support penjual laptop anda, kami tidak melayani perbaikan laptop karena kami bukan produsen laptop. Kalau permasalahan dg program di komputer anda, sama juga dodol… Kami bukan produsen pembuat software yg anda pakai..”
    Staff: haaaa..haaa,,,,
    Kawan saya: “Kalau permasalahan anda adalah karena anda bingung cara memakai laptop anda atau software di komputer anda yang bukan buatan kami… silakan belajar sendiri or cari bukunya di toko buku karena kami bukan konsultan pendidikan komputer. Dodol!”

    Staff: haa..haaa=))

    Kawan saya: Nasib… nasib… Punya bos yg ngga ngerti bingungnya bawahan. Asal kasih tugas. Asal ngomong “pokoknya”.. Bos ngga mau ngerumusin job desc. Ngga jelas fokus & prioritasnya buat unit IT.

    Saya tersenyum nyengir mendengar cerita kawan saya..